KODO ( APRESIASI AROMA MELALUI UPACARA BAKAR DUPA)

Ditulis oleh: Administrator, 25-10-2019

              Jepang adalah negara yang kaya akan sejarah budayanya yang elegan, salah satunya adalah upacara bakar dupa atau kodo (香道). Kodo merupakan salah satu dari seni  geido, yaitu seni dan upacara yang harus dilakukan dengan aturan dan tata krama tertentu. Dupa Jepang merupakan salah satu yang paling terbaik di dunia.  Dupa Jepang memiliki tempat tersendiri dalam kebudayaan Jepang sehingga memiliki tata cara dalam menggunakan serta upacaranya sendiri. Dupa jepang sangat ideal untuk meditasi, dan aromatherapy atau untuk membuat suasana rileks di  lingkungan sekitar rumah.

              Terdapat perbedaan antara dupa Jepang dan parfum dari barat, di barat parfum hanya digunakan sebagai wangi-wangian saja. Sedangkan di Jepang wangi-wangian merupakan salah satu bentuk dari budaya yang dapat dimaknai filosofinya menjadi sebuah upacara. Kodo dimulai dari para samurai dan tersebar ke kalangan aristokrat dan intelektual seperti penulis, seniman, pedagang dan tuan tanah. Dupa juga memiliki pengaruh dalam bidang sastra dan kaligrafi.

              Berdasarkan legenda sebatang pohon dupa mengapung di pantai pulau Awaji pada masa kekuasaan Kaisar Suiko (595 M ). Orang yang menemukan kayu dupa itu menyadari betapa wanginya kayu itu ketika dekat dengan api. Karena Jepang terletak di bagian ujung barat jalur sutera, dupa mulai berdatangan dari China dan Korea. Legenda mengatakan bahwa para samurai mempersiapkan perang dengan memurnikan pikiran dan tubuh mereka dengan dupa.

              Ide untuk “bermain dengan dupa” dimulai di kalangan aristocrat pada masa Heian ( 794-1185). Dupa tak hanya digunakan untuk persembahan, tapi juga digunakan untuk memberikan wewangian di ruangan dan pakaian, dan orang-orang mulai menggunakan wewangian sebatas untuk hal tersebut. Lebih jauh lagi, dupa digunakan oleh para kaum aristocrat pada masa Heian, sebagai bentuk dari kecerdasan intelejen dan sensitivitas dan menjadi bagian dari keindahan dalam mengekspresikan keindahan dengan cara lain.

              Pada masa Kamakura ( 1192-1336), para samurai mulai menggunakan dupa dan the sebagai cara untuk menenangkan diri diantara peperangan yang ganas.

              Pada masa akhir Muromachi (1338-1573), pada masa shogun ke 8, Yoshimasa Ashikaga, menemukan pondasi dari seni kodo. Pada waktu itu kodo diajarkan di dua sekolah utama yaitu Sekolah Aristokrat Oie, yang didirikan oleh Sanetaka Sanjonishi, dan Sekolah Samurai Shino yang didirikan oleh Soushin Shino. Kedua sekolah itu mengajarkan budaya kodo yang sedang berkembang.

              Pada masa Edo (1603-1867), dupa mulai populer di kalangan pedagang kaya dan orang-orang di perkotaan. Kyara (sejenis pohon yang mengeluarkan wangi ) menjadi sinonim dari para kaum borjuis dan bahan baku yang terbaik. Dupa menjadi bagian dari kebudayaan Edo. Dupa menjadi bagian dari keseharian orang-orang di saat santai, dan untuk mempertahankan peran dupa sebagai salah satu budaya mereka.

              Di era Meiji (1868-1911),  dalam gelombang peradaban dan pencerahan Jepang, mereka juga membawa kodo sebagai bagian dari budaya. Kodo berkembang dengan pengaruh dari budaya barat, seperti parfum dan wewangian yang kita nikmati saat ini. Sekarang dengan mengertinya masyarakat mengenai nilai Kodo, kodo dilestarikan dan dibuat sedemikian rupa agar menarik perhatian dunia internasional sebagai bagian dari budaya Jepang.

              Dupa kodo dibuat dari Jinko, jinko merupakan tanaman endemik dari Asia Tenggara. Kayu ini merupakan salah satu kayu yang bernilai dan menjadi populer dalam dunia kodo. Salah satu yang termahal adalah kyara, yang memiliki harga 10x lebih mahal dari emas.

              Kodo memiliki manfaat dalam kesehatan fisik dan mental atau yang disebut dengan  (香の十徳, kōnojūtoku), yaitu manfaat – manfaat yang didapat dari kodo.

  1. 感格鬼神 : Menajamkan panca indera
  2. 清浄心身 : Memurnikan tubuh dan jiwa
  3. 能払汚穢 : Menghilangkan polusi
  4. 能覚睡眠 : Membangun jiwa
  5. 静中成友 : Mengobati kesepian
  6. 塵裏愉閑 : Menenangkan ketika ada masalah
  7. 多而不厭 : Selalu merasa cukup dalam kelimpahan
  8. 募而知足 : Selalu merasa bersyukur
  9. 久蔵不朽 : Tidak akan patah seiring dengan berlalunya waktu
  10. 常用無障 : Penggunaan sehari-hari tidak menimbulkan bahaya

              Kodo merupakan hasil karya dari Jepang, yang memberikan apresiasi terhadap aroma yang tak akan pernah ada dapat temukan di negara lain.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber : https://savvytokyo.com/kodo-the-japanese-art-of-incense-appreciation/

https://www.nipponkodo.com/ceremony/

https://www.koju.co.jp/en/culture.html

Sumber gambar : https://www.nipponkodo.com/ceremony/