Teknologi "Self-Checkout " Belanja Tanpa Kasir di Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 01-11-2019

       Tahukah kalian bahwa Jepang sudah mulai memperkenalkan teknologi baru berupa self-checkout shopping? Teknologi tersebut merupakan kegiatan berbelanja yang pembayarannya dapat kita lakukan sendiri tanpa bantuan seorang kasir. Hal tersebut membuat proses belanja menjadi lebih mudah dan efektif. Lalu, bagaimanakah sebenarnya sistem dari teknologi baru ini?

       Seven-Eleven dan empat minimarket besar lainnya di Jepang sudah mulai memperkenalkan sistem belanja self-checkout, di mana sistem ini dapat membaca harga sebuah barang yang ada di dalam keranjang belanjaan secara otomatis, sehingga pembeli dapat melakukan pembayaran sendiri. Selain bertujuan untuk keefektifan berbelanja, teknologi baru ini juga merupakan sebuah upaya untuk menanggulangi kurangnya sumber daya manusia di Jepang yang cukup signifikan. Perusahaan-perusahaan seperti Seven & I Holdings, Lawson, Ministop, FamilyMart, dan East Japan Railway’s Newdays Store adalah perusahaan minimarket pertama yang akan berpartisipasi dalam dimulainya peggunaan sistem belanja self-checkout di tahun depan, dan rencanya sistem ini akan mulai diterapkan di semua cabang minimarket di seluruh Jepang pada tahun 2025.

       Teknologi baru ini disebut dengan RFID based walk-through automatic checkout solution atau RFID tagging yang dinaungi oleh Panasonic and Trial Company. Teknologi ini sudah mulai diperkenalkan di kalangan Panasonic sejak tahun 2017, tetapi percobaan teknologi ini di minimarket baru saja dimulai tahun ini. Teknologi RFID tagging ini bekerja dengan cara memindai otomatis harga suatu barang yang memiliki label RFID dari keranjang belanjaan khusus yang juga didesain oleh Panasonic untuk mendukung sistem RFID tagging. Kemudian sistem ini juga memberi kita pilihan di awal dengan metode apa kita akan melakukan pembayaran. Setelah itu sistem ini akan memindai semua barang yang kita beli dan sistem ini juga langsung memproses pembayaran dari barang tersebut. Hal tersebut membuat proses belanja dan proses pembayaran menjadi sangat singkat dan efektif.

       Sistem RFID tagging juga dapat memindai informasi dari sebuah barang seperti tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa dari barang tersebut. Informasi tersebut dapat dipantau secara online oleh produsen dan memudahkan produsen untuk menentukan kapasitas produksi dan rencana penjualan dari barang tersebut. Produsen juga dapat menyesuaikan permintaan toko atau minimarket, meminimalisir pengembalian produk, dan mengurangi beban kerja perusahaan logistik. Teknologi ini bertujuan untuk mengatasi masalah menurunnya pekerja paruh waktu di Jepang. Perusahaan-perusahaan besar yang sudah disebutkan di atas juga berencana untuk mengoperasikan minimarket mereka sepenuhnya menggunakan sistem RFID tagging tanpa seorang pekerja sama sekali.

       Untuk sementara ini RFID tagging hanya dapat memindai barang dengan harga di bawah 100 yen, tetapi Kementerian Perdagangan dan Industri di Jepang mendukung sepenuhya teknologi ini untuk terus dikembangkan supaya dapat digunakan tidak hanya di minimarket, tetapi juga di bidang perdangangan lain seperti restoran, toko elektronik, dan lain-lain.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber:

https://asia.nikkei.com/Business/Japan-convenience-stores-plan-next-generation-of-self-checkout

https://news.panasonic.com/global/topics/2018/55288.html

Sumber Gambar : https://asia.nikkei.com/Business/Trends/Japan-convenience-stores-plan-next-generation-of-self-checkout