Pembayaran Tunai Masih Mendominasi di Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 24-01-2020

        Di era digital ini, pembayaran digital menjadi salah satu pilihan dalam bertransaksi. Sebagian besar negara di dunia juga sudah mulai beralih ke pembayaran digital karena hanya dengan sentuhan jari pada gawai masing-masing atau dengan menggesekkan kartu kita dapat melakukan pembayaran dengan praktis, dan tidak perlu repot-repot membawa berlembar-lembar uang dalam dompet. Meskipun demikian, hal ini tidak berlaku di Jepang. Di negara yang dikenal dengan berbagai teknologi canggihnya tersebut, pembayaran tunai justru masih menjadi pilihan utama oleh masyarakatnya mengalahkan pembayaran digital. Lho, kenapa ya?

        Jepang merupakan negara dengan masyarakat yang makin menua. Di mana masyarakat lanjut usia lebih banyak, dan angka kelahirannya semakin menurun. Masyarakat lansia di Jepang kebanyakan lebih senang menggunakan pembayaran  tunai dibandingkan pembayaran digital karena sulit beradaptasi dengan teknologi baru. Selain itu, mereka juga senang melakukan interaksi ketika bertransaksi, sehingga pembayaran cepat menggunakan teknologi digital dinilai tidak terlalu dibutuhkan oleh mereka.

        Untuk generasi muda sendiri, sebagian menyatakan bahwa dengan pembayaran digital mereka menjadi sulit untuk mengatur dan mengontrol keluar masuk uang mereka. Selain itu, bertransaksi secara tunai dinilai lebih aman karena transaksi digital lebih rentan untuk diretas. Selain itu, di Jepang banyak terdapat toko kecil-kecilan yang hanya menerima pembayaran tunai guna menghindari biaya transaksi yang besar yang dikenakan oleh perusahan kartu kredit atau jasa pembayaran digital lainnya.

        Meskipun sejak awal tahun 2000-an Jepang sudah memberlakukan pembayaran menggunakan chip untuk transportasi umum dan untuk pembelian melalui vending machine, masyarakat Jepang masih lebih memilih pembayaran secara tunai.

        Pemerintah Jepang sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat masyarakat agar beradaptasi dan beralih ke pembayaran digital, terutama menjelang olimpiade musim panas 2020l. Salah satunya adalah dengan memberikan poin pada tiap pembayaran digital untuk mengurangi kenaikan pajak konsumsi. Perusahaan penyedia jasa pembayaran digital pun juga berupaya untuk menarik masyarakat Jepang untuk menggunakan jasa mereka, contohnya adalah salah satu perusahaan pembayaran digital bernama 'PayPay' memberikan diskon sebesar 10% jika membayar di restauran menggunakan PayPay pada penggunanya.

        Meskipun untuk kini pengguna tunai di Jepang masih lebih banyak, bos dari perusahaan belanja daring ternama Jepang 'Rakuten', positif bahwa di masa depan nanti masyarakat Jepang akan 100% menggunakan pembayaran digital.

        Kalau kalian sendiri bagaimana? Apakah kalian sudah menjadi bagian dari cashless society?

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber               : Beade, Anne. 2019. In high-tech Japan, cash remains king, defying mobile payments. https://www.japantimes.co.jp/news/2019/08/21/business/cash-king-aging-japan/#page

Sumber Gambar : https://tokyojobltb.com/WP/201806-004-213224.html