Ikumen: Perubahan Kedudukan Pria Dan Wanita Di Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 28-02-2020

          Pada dasarnya, kedudukan pria dan wanita di Jepang hampir mirip dengan di Indonesia. Biasanya pria yang keluar rumah untuk bekerja, dan wanita tinggal di rumah membesarkan anak dan mengurusi keperluan rumah tangga.

          Dewasa ini, ada kalanya kedudukan pria dan wanita berubah terbalik. Banyak pria yang tinggal di rumah untuk membesarkan anak dan mengurusi keperluan rumah tangga layaknya wanita pada umumnya. Di Jepang, para pria yang melakukan kegiatan ini disebut sebagai “Ikumen”.

          Ketika mendengar kata ‘ikumen’ sontak pertanyaan “Apa itu ikumen?” yang ada di benak kita. ‘Ikumen’ adalah gabungan dua kata ‘ikuji’ yang berarti ‘pengasuhan anak’ dan ‘men’ yang berarti ‘pria’. Sehingga, ‘Ikumen’ merupakan pria yang terlibat dalam pengasuhan anak dan membantu pekerjaan rumah tangga.

          Di zaman modern ini, Ikumen digunakan sebagai istilah positif tentang seorang pria yang terlibat dalam membesarkan anak dan membantu pekerjaan rumah tangga. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi Jepang jauh memburuk dibandingkan beberapa dekade lalu. Sehingga banyak pasangan suami istri keluar bekerja mencari nafkah untuk hidup. Hal ini menyebabkan semakin tingginya jumlah Ikumen di Jepang, dan kepopuleran Ikumen pun terus meningkat.

          Meskipun Jepang masih didominasi oleh pria dalam ranah politik, karir, dan rumah tangga, dengan meningkatnya jumlah Ikumen di Jepang, kedudukan pria dan wanita menjadi lebih setara. Dengan semakin banyaknya pria yang menjadi Ikumen, kesempatan wanita untuk berkarir di luar rumah semakin meningkat, sehingga kedudukan pria dan wanita mulai seimbang. Dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, sekarang pria merasa lebih nyaman untuk terlibat dalam mengasuh anak dan dalam membantu pekerjaan rumah tangga.

          Walaupun jumlah Ikumen telah meningkat jauh dibandingkan beberapa dekade yang lalu, kebanyakan orang Jepang masih memiliki pandangan bahwa pria yang wajib bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah. Hal ini disebabkan walaupun kedudukan pria dan wanita di zaman ini hampir setara, rata-rata gaji wanita masih jauh lebih rendah dibandingkan pria. Hal ini menyebabkan sulitnya bagi pria untuk mengambil cuti atau menggunakan hak istimewa mereka untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak dan keluarga mereka.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber               : https://press.ikidane-nippon.com/id/a00250/

Sumber gambar : http://mirruchan.blogspot.com/2012/03/well-i-just-decided-to-pop-back-online.html