Di bagian timur Kyoto terdapat pasar Nishiki yang menjadi favorit masyarakat Kyoto maupun turis dari luar negeri. Di daerah tersebut juga berdiri sebuah kuil Shinto yaitu Nishiki Tenmangu, yaitu kuil yang dipersembahkan untuk dewa pendidikan yaitu Tenjin, yang dulunya merupakan seorang tokoh cemerlang di zaman Heian yaitu Sugawara no Michizane. Karena difitnah, ia menghabiskan sisa waktunya dalam pengasingan di pulau Kyushu. Setelah kematiannya, banyak bencana yang terjadi di Kyoto, sehingga masyarakat Kyoto membangun kuil Nishiki Tenmangu untuk meredakan amarahnya.
Kuil ini terletak di Shinkyogoku Shopping Street di Kyoto. Meskipun kuil ini terlihat kecil, namun banyak sekali hal yang bisa dilihat dan dinikmati di kuil dan di sekitar kuil ini. Kuil ini mudah terlihat karena dipenuhi oleh banyak lampion bercahaya lembut yang tergantung di pintu masuk. Lahannya pun juga dipenuhi oleh mata air alami.
Sebagai kuil yang didedikasikan untuk Tenjin yang terkenal sebagai dewa pendidikan, Nishiki Tenmangu merupakan rumah dari banyak hal yang berhubungan dengan Tenjin. Yang paling utama adalah terdapat patung sapi dari batu, Nade-ushi, yang merupakan utusan ilahi dari sang dewa. Para pelajar banyak mengunjungi kuil ini untuk menambah keberuntungan dan kepintaran, dengan cara mengusap kepala patung sapi tersebut dengan perlahan. Bila ada seseorang yang bagian tubuhnya mengalami sakit, maka usap bagian yang sama pada patung tersebut dan akan diberikan kesembuhan.
Di kuil ini juga memiliki mata air alami, Nishiki no Mizu, yang mengalir sepanjang 30 meter di daerah kuil. Nishiki no Mizu sudah tersertifikasi, yaitu mata air tersebut dapat dikonsumsi dengan aman, tak jarang jika melihat para pengunjung membawa botol agar dapat membawa air tersebut pulang ke rumah.
Diceritakan bahwa dalam kehidupan Michizane, ia memuja pohon prem Jepang, sehingga sebagian besar daerah kuil ditanamin pohon prem untuk didedikasikan kepada Michizane. Di kuil ini, para pengunjung dapat membuat permohonan dengan cara membeli Daigan Ume, yaitu amulet kayu berbentuk plum, seharga 500 yen. Pengunjung bisa menulis doa pada kertas di dalamnya dan menggantungkannya di pohon plum atau membawanya pulang.
Satu lagi yang menarik di kuil ini adalah terdapat spot untuk peramalan yang bernama Karakuri Omikuji. Di dalam kotak kaca, robot berbentuk singa yang disebut dengan shishi akan bergerak seperti menari ketika pengunjung memasukkan koin ke dalamnya, dan akan melemparkan sebuah ramalan untuk pengunjung tersebut. Karakuri Omikuji ini sudah populer sejak zaman Edo, namun robot yang digunakan di masa sekarang adalah robot yang sudah lebih canggih, namun tanpa menghilangkan unsur tradisionalnya.
Apabila kalian berkunjung ke Kyoto, sempatkanlah untuk mengunjungi Nishiki Tenmangu sambil menikmati keindahan di sekitar kuil tersebut.
Sumber : https://www.discoverkyoto.com/places-go/nishiki-tenmangu/
Sumber Gambar : https://www.discoverkyoto.com/places-go/nishiki-tenmangu/