Kendo

Ditulis oleh: Administrator, 21-08-2020

           Jepang adalah negara yang kaya akan budaya, dan sangat terkenal dengan berbagai macam seni bela dirinya seperti aikido, judo, jujutsu, dan masih banyak lagi. Salah satu seni bela diri Jepang yang juga banyak diminati baik di dalam negeri maupun di berbagai negara adalah kendo.  Berbeda dengan seni bela diri yang telah disebutkan sebelumnya, kendo merupakan salah satu cabang seni bela diri tradisional Jepang yang menggunakan properti yaitu pedang bambu (shinai) dan baju pelindung (bogu).

           Sejarah dari kendo memang erat kaitannya dengan ilmu bertarung dengan pedang digunakan oleh para samurai saat masa Jepang kuno, dan pada masa itu pedang yang terbuat dari besi juga masih umum digunakan. Pada awal zaman Edo (1603-1867), ketika Jepang tengah dalam keadaan damai, ilmu pedang berubah dari yang digunakan untuk membunuh satu sama lain menjadi cara untuk mempelajari cara memelihara rasa kemanusiaan. Setelah itu pada awal tahun 1700-an penggunaan shinai dan bogu diperkenalkan agar dapat berlatih dengan lebih aman. Sehingga sampai sekarang, prinsip dari kendo masih kental dengan prinsip samurai atau bushido

           Kendo merupakan kesatuan dari olahraga dan seni untuk mengkoordinasikan antara fisik, emosi, dan mental, sehingga kendo tujuan utama dari kendo adalah untuk menjadikan seni bela diri tersebut bagian dari diri seseorang. Sehingga orang yang berlatih kendo dapat mencapai kondisi dimana mereka dapat membuat taktik dan merespon serangan secara tidak sadar. Maka dari itu banyak kendoka atau orang-orang yang berlatih kendo yang mengatakan bahwa kendo bukanlah sekedar olah raga namun juga merupakan cara hidup dan pembangunan kepribadian.

           Turnamen kendo diadakan di area dengan ukuran 9 hingga 11 meter persegi. Sebelum mengenakan bogu para kontestan memakai uwagi, hakama, do (pelindung dada), tare (pelindung pinggang), dan men (pelindung kepala), dan kote (sarung tangan). Ukuran shinai yang digunakan biasanya memiliki ukuran sepanjang  110 hingga 118 sentimeter. Ketika bertarung, poin akan diberikan pada pukulan yang mendarat pada sisi kiri, sisi kanan, atau di atas kepala, lalu pada sisi kanan atau kiri lengan, sisi kanan atau kiri pedang, dan juga tusukan yang mengarah pada tenggorokan. Ketika mencetak skor, para kontestan harus meneriakkan pukulannya dan dinilai oleh para juri. Pertarungan dimenangkan oleh kontestan yang mencetak 2 poin pertama.

           Tidak hanya di Jepang, asosiasi kendo sudah tersebar di berbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Source:

Almo, Leif: Kendo, Both Culture and Sport. Desember 2008. http://kendo.com/

Britannica: Kendo. 12 September 2019. https://www.britannica.com/sports/kendo

The History of Kendo. https://www.kendo.or.jp/en/knowledge/kendo-history/

Pict source:

https://blog.tozando.com/wp-content/uploads/2019/06/nishimura_ajkcs_2017.jpg