Fenomena Bankonka dan Mikonka di Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 05-05-2018

Fenomena Bankonka dan Mikonka di Jepang

            Di Jepang, fenomena Bankonka dan Mikonka merupakan permasalahan yang sering dibicarakan baik di Jepang sendiri dan di dunia juga. Sebelum membahas bagaimana keadaan Bankonka dan Mikonka itu sendiri, perlu dijelaskan terlebih dahulu apa itu Bankonka dan Mikonka. Bankonka (晩婚化)terdiri atas kanji ‘Ban’ (晩)yang berarti malam atau terlambat, ‘Kon’ (婚)yang berarti menikah dan ‘Ka’ (化)yang berarti kecenderungan untuk melakukan sesuatu. Berarti Bankonka adalah kecenderungan untuk menunda atau terlambat menikah. Mikonka (未婚化)sendiri terdiri dari kanji ‘Mi’ (未)yang berarti belum dan diikuti oleh kanji ‘Kon’ dan ‘Ka’, berarti Mikonka adalah kecenderungan belum memiliki keinginan menikah atau tidak ingin menikah.

            Pada tahun 1970, standar usia menikah laki-laki Jepang adalah 26,9 tahun dan standar usia menikah wanita Jepang adalah 24,9 tahun. Tetapi dalam 40 tahun (tahun 2010) standar usia menikah laki-laki naik 4 tahun menjadi 29,9 tahun dan usia menikah wanita naik 5 tahun menjadi 31,9 tahun. Semakin meningkatnya standar usia menikah, menunjukkan semakin tinggi juga kecenderungan orang-orang untuk menunda pernikahan. Grafik usia pernikahan di Jepang dapat dilihat pada gambar berikut dengan keterangan warna biru adalah laki-laki, warna merah adalah wanita.

Gambar grafik umur pernikahan pria dan wanita di Jepang (Sumber: 森澤友紀子「コンサルティング・プロジェクト『晩婚化・未婚化の分析と政策提案』」

 

Sementara, pada tahun 2010 persentase laki-laki Jepang yang tidak ingin menikah adalah 20,14% dan wanita adalah 10,61% dan diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Grafik persentase laki-laki dan wanita Jepang yang tidak ingin menikah dapat dilihat pada gambar berikut dengan keterangan biru adalah laki-laki dan warna merah adalah perempuan.

Gambar grafik umur pernikahan pria dan wanita di Jepang (Sumber: 森澤友紀子「コンサルティング・プロジェクト『晩婚化・未婚化の分析と政策提案』」

            Ada beberapa faktor yang menyebabkan begitu tingginya standar umur pernikahan di Jepang, serta persentase orang-orang yang tak ingin menikah. Untuk faktor-faktor penyebabnya akan dibahas pada artikel berikutnya.

Sumber: Morisawa, Yukiko, Konsarutingu Purojekuto BankonkaMikonka no Bunseki to Seisaku Teianhttps://www.ipp.hit-u.ac.jp/consultingproject/2015/CP15Morisawa.pdf diakses pada tanggal 12 April 2018

Jika tertarik untuk mendaftar sekolah bahasa di Jepang, MIS dapat membantu segala prosedurnya. Silakan hubungi melalui website https://mislanguageschool.com atau datang langsung ke MIS.