Panah merupakan senjata tradisional yang banyak digunakan pada negara-negara bagian asia saat jaman dahulu, tentunya Jepang juga memiliki sejarah dan seni bela diri dalam menggunakan senjata ini, salah satunya adalah Yabusame (流鏑馬). Yabusame ini merupakan teknih panahan Jepang yang dilakukan sambil berkuda. Metodenya adalah seorang pemanah sambil menunggang kuda yang berlari kemudian menembakkan tiga anak panah secara berturut-turut pada tiga target kayu yang telah dipasang.
Menurut catatan sejarah di Jepang, teknik atau gaya panahan ini berasal dari awal periode Kamakura. Minamoto no Yoritomo menjadi khawatir akan kurangnya keterampilan memanah yang dimiliki para samurai pada saat itu, oleh karena itu dirinya mengorganisasi Yabusame sebagai bentuk latihan. Tanggal 17 September 1136 pada acara Kasuga Wakamiya Maturi festival untuk pertama kalinya Yabusame dengan sepuluh ksatria dipertontonkan kepada umum yang didedikasikan untuk samurai Yamato. Acara ini biasanya dilakukan di akhir tahun sekitar November. Setelah muncul di acara festival pertama tahun 1136 itu semakin populerlah Yabusame terlebih di era Kamakura (1185-1333) hingga masa kini.
Sejarah awal Yabusame berkaitan dengan pertempuran atau peperangan antara pasukan elit Samurai yang merupakan pasukan paling ditakuti di Jepang pada abad ke-10. Teknik panahan ini sangat ampuh dan memang menjadi persyaratan wajib bagi semua Samurai untuk dapat menguasai teknik Yabusame dengan terampil. Terkadang sebuah masalah atau perselisihan antara Samurai akan diselesaikan dengan duel Yabusame, dimana kedua samurai akan menaiki kuda menuju satu sama lain dan kemudian menembakan tiga anak panah ke lawan, meskipun kedua Samurai tersebut masih tetap hidup telah disepakati bila masalahnya telah berakhir.
Saat jaman modern sekarang, Yabusame adalah salah satu seni bela diri Jepang yang paling sulit dipelajari. Beberapa akademi pelatihan yang menawarkan pelatihan Yabusame yang menawarkan tradisi-tradisi samurai yang kental. Karena itu menjadi sebuah kehormatan bagi masyarakat Jepang yang diterima sebagai murid dalam akademi-akademi pelatihan ini. Biasanya sebagian besar murid atau siswa yang sudah menguasai teknik Kyudo mereka dapat memasuki tahap pelatihan Yabusame.
Pada saat ini, tempat terbaik untuk melihat Yabusame adalah di Tsurugaoka Hachiman-gū di Kamakura dan di kuil Shimogamo di Kyoto (selama berlangsungnya Aoi Matsuri pada awal bulan Mei). Hal ini juga dilakukan di Samukawa dan di pantai di Zushi, serta beberapa lokasi lainnya.
Sumber:
https://www.tribunnews.com/internasional/2013/11/17/budaya-yabusame-hanya-ksatria-jepang-yang-mampu-melakukannya
https://www.japan-experience.com/to-know/understanding-japan/yabusame-the-arc-of-the-gods
Sumber gambar:
https://lh3.googleusercontent.com/proxy/xyuqOV6DF1xoFY_6L3Jug02BsCGD3Ey2phUax6Cy1PWpVmGsPJ8XijZSHj9VEjZU_S6SW20mkX4SQvSrx6FXQA4eMNT-
https://static.gltjp.com/glt/prd/data/article/12000/11402/20171118_080756_e25b9f61_w1920.jpg
