Jika mendengar tentang Dewa Keberuntungan, berperut buncit, dan dipercaya sebagai pelindung anak-anak, maka pada umumnya akan langsung terpikirkan sosok santa claus di benak kita. Namun tahukah kalian kalau dalam mitologi Jepang, mereka juga memiliki sosok ‘santa claus’ bernama Hotei, yang termasuk ke dalam 7 dewa keberuntungan yang berasal dari agama Buddha Mahayana melalui kepercayaan di Tiongkok dan India. Namun, Hotei juga dikatakan berasal dari orang yang nyata, seorang biksu Tiongkok bernama Budai yang meninggal pada tahun 916 M dan kemudian dihormati dalam agama Buddha.
Dalam penulisan kanji Bahasa Jepang, Hotei (布袋) sendiri memiliki arti ‘karung’, dan Hotei juga digambarkan sering berkeliling membawa sebuah karung sambil tertawa seperti santa claus. Lalu, apa yang ada di dalam karung Hotei? Jika karung santa claus terisi penuh dengan mainan anak-anak, karung Hotei sedikit misterius tergantung pada legenda mana yang diyakini, karena berisi berbagai macam benda seperti pakaian sederhana, tanaman padi, bahkan ada legenda yang mengatakan karung tersebut berisi kumpulan kesengsaraan dunia. Namun, banyak legenda juga mengatakan bahwa Hotei membawa keberuntungan dan kegembiraan bagi semua orang yang ditemuinya berkat karung ajaibnya.
Hotei juga sering digambarkan membawa oogi, kipas yang diasosiasikan dengan aristokrasi Jepang. Di Jepang kuno, pemilik tanah yang kaya sering menggunakan oogi untuk menunjukkan bahwa permintaan seorang budak akan dikabulkan. Kebiasaan ini juga mempengaruhi mitos Hotei yang dikatakan bahwa ia dapat menghilangkan masalah seseorang hanya dengan satu gelombang kipasnya.
Sumber:
https://blog.gaijinpot.com/japanese-santa-claus/
https://japantoday.com/category/features/lifestyle/ho-ho-hotei-the-japanese-santa-claus
Sumber gambar:
https://img.aucfree.com/w238763265.1.jpg