Konsep Honne dan Tatemae di Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 04-07-2018

Dalam masyarakat Jepang, banyak sekali konsep dan prinsip yang dipegang. Seperti Honne (Suara sesungguhnya)-Tatemae (Suara untuk tampilan publik), Uchi (Dalam)-Soto (Luar), Ikigai (Nilai kehidupan), dan lain sebagainya. Pada artikel kali ini, akan dibahas apa itu Honne dan Tatemae.

Honne(本音)adalah suara hati sesungguhnya yang ada di dalam hati seseorang. Biasanya, orang Jepang sangat jarang mengeluarkan isi hatinya dengan mudah. Memang, jika sudah akrab, orang tersebut dapat mengeluarkan isi hatinya kepada teman dekatnya, tetapi tidak semua isi hati yang dikeluarkannya. Ada beberapa hal yang memang hanya disimpan untuk dirinya sendiri.

Sementara,Tatemae (建前) adalah wajah yang ditampilkan di publik. Biasanya, wajah yang diperlihatkan ke publik sangat bertolak belakang dengan isi hati atau honnenya. Mungkin, orang asing akan langsung mengecap bahwa orang Jepang itu ‘bermuka dua’ atau ‘tukang bohong’, namun konsep ini mungkin memang diperlukan oleh masyarakat Jepang. Konsep ini biasanya diterapkan berdasarkan status atau posisi tertentu, seperti dalam perusahaan. Saat bekerja, masyarakat Jepang dituntut untuk bekerja secara profesional dan tanpa melibatkan emosi atau masalah pribadi, oleh karena itu, konsep tatemaeberlaku pada keadaan tersebut.

Namun, jika terus-terusan menahan perasaan pribadi atau honne, akan menimbulkan stress bagi pribadi yang bersangkutan. Oleh karena itu diadakannya Nomikai (飲み会) atau pesta minum-minum sebagai acara untuk melepaskan honne. Dalam NomikaiSake atau minuman beralkohol menjadi alat yang memiliki peran untuk membantu seseorang melepaskan honnenya. Setelah honnenya lepas, maka muncullah karakter asli dari orang yang bersangkutan. Begitu nomikai selesai, semua akan kembali seperti biasa.

Kurang lebih itulah gambaran konsep honne-tatemae yang ada di Jepang. Mungkin terdengar begitu negatif karena masyarakat Jepang tidak suka mengutarakan isi hati yang sebenarnya, apalagi jika sudah menyangkut soal hubungan sosial. Namun, bukan berarti di balik tatemae yang ditampilkan, honnenya pasti buruk.

Source:

http://wibirama.staff.ugm.ac.id/2012/07/22/sunu-wibirama-budaya-ewuh-pakewuh-dan-honne-tatemae/

Honne-Tatemae, Dewi, Fitriana Puspita http://fitrianapd.lecture.ub.ac.id/files/2013/12/Honne-Tatemae-uchi-soto.pptx

Jika tertarik untuk mendaftar sekolah bahasa di Jepang, MIS dapat membantu segala prosedurnya. Silakan hubungi melalui website https://mislanguageschool.com atau datang langsung ke MIS.