Desa Ine, Desa Apung Unik Di Kyoto

Ditulis oleh: Administrator, 24-12-2021

            Ine adalah desa nelayan kecil di bagian utara Prefektur Kyoto, yang menghadap Laut Jepang. Masih ada sekitar 230 “funaya”, atau rumah apung tradisional dari kayu, yang membentang sejauh lima kilometer sepanjang Teluk Ine. Rumah ini dibangun di atas air dengan perahu yang ditempatkan di bawah sementara lantai dua menjadi tempat tinggal. Rumah-rumah funaya yang berjajar di pinggir teluk menciptakan pemandangan unik di Kota Ine yang kental dengan suasana nostalgia.

            Rumah-rumah funaya menghadap ke laut sehingga keindahan sesungguhnya dari barisan rumah di tepi Teluk Ine ini hanya dapat dinikmati dari laut. Dengan tur perahu selama 30 menit, pengunjung dapat menjelajahi pemandangan teluk yang memanjakan mata. Salah satu kegiatan seru dari wisata ini adalah memberi makan burung camar. Beli pakan burung di toko dan ambil sebagian dari perahu untuk memberi makan burung camar dan burung camar ekor hitam yang berkumpul di sekitar perahu.

            Tali temali merupakan salah satu keahlian terpenting para nelayan. Di kota Ine, pengunjung dapat belajar tali temali dasar dari para nelayan yang mungkin juga bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari. Setelah mempelajari dasar-dasarnya, kalian juga dapat membuat apungan kaca dengan membungkus bola kaca menggunakan rajutan tali rami. Zaman dahulu kala, para nelayan menggunakan apungan ini sebagai pelampung sampai akhirnya digantikan dengan pelampung plastik. Apungan ini akan menjadi cendera mata yang sempurna sebagai kenang-kenangan perjalanan kalian.

            Para wisatawan dapat mengunjungi Kuil Urashima Jinja yang dikenal sebagai tempat asal muasal legenda tertua mengenai Urashima Taro, seorang tokoh protagonis dalam dongeng Jepang. Dibangun pada tahun 825, kuil ini memiliki sejarah yang sangat panjang dan deskripsinya dapat ditemukan dalam "Nihon Shoki", salah satu literatur tertua dalam sejarah Jepang. Sempatkan diri untuk berdoa di kuil ini, lalu mampirlah sejenak di Treasure Reference Library (berbayar). Kuil ini menampilkan gulungan gambar, serta kotak perhiasan terlarang bernama "tamatebako” yang diceritakan dalam dongeng. Anda juga bisa mendapatkan penjelasan tentang gulungan lukisan tersebut dari pendeta kepala kuil. Di dekat kuil juga terdapat “ryuketsu”, atau lubang naga, yang konon merupakan jalan yang dilewati Urasima Taro untuk kembali ke desa setelah tinggal sejenak di Istana Naga di bawah laut.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber Artikel:

https://www.japan.travel/id/spot/1120/

https://www.ana.co.jp/id/id/japan-travel-planner/kyoto/0000011.html

Sumber Gambar:

https://www.masterplandesa.com/wp-content/uploads/2019/05/Ine-no-Funaya-yang-tertata-rapi-di-pesisir-featured-a.png