Satsuma Kiriko (薩摩切子) adalah sejenis kerajinan kaca potong Jepang berasal dari pertengahan 1800-an yang pada awalnya diproduksi oleh Klan Satsuma pada akhir masa Edo dan awal dari periode Meiji (1868-1912). Shimazu Narioki (1791-1859) adalah tuan tanah pada masa Edo yang mengundang para pengrajin kaca dari Edo ke Kagoshima untuk memproduksi Satsuma Kiriko. Dasar pembuatannya berasal dari buku-buku asing dari Nagasaki. Shimazu Nariakira, putra dari Narioki, membuat Satsuma Kiriko ke dalam perusahaanya, Shuseikan Enterprise, yaitu perusahaan bergaya barat pertama di Jepang yang bergerak di bidang pengolahan besi, tekstil, dan produk lainnya.
Satsuma Kiriko adalah salah satu kerajinan dengan skill yang sangat tinggi. Kerajinan tersebut menggunakan teknik "iro-kise" atau pelapisan warna, di mana satu lapisan kaca transparan dilapisi dengan lapisan berwarna sehingga mengukir pola menciptakan kontras antara bagian yang bening dan berwarna. Nariakira sangat menyukainya dan mengirim beberapa hasil kerajinan ke para pejabat-pejabat dan tuan tanah. Setelah kematiannya, produksi Satsuma Kiriko tidak lanjutkan lagi pada awal Meiji karena kesulitan finansial, dan kerusakan pada pabrik akibat pemboman di Kagoshima. Kemudian para pengrajin tersebar ke Tokyo dan Osaka. Hanya beberapa buah Satsuma Kiriko yang diproduksi pada masa itu, sehingga harganya mahal sebagai barang antik.
Selain Satsuma Kiriko pada masa itu terdapat pula kerajinan gelas Edo Kiriko. Perbedaan antara Edo Kiriko dan Satasuma Kiriko adalah, Satsuma Kiriko memiliki style yang diadaptasi dari Belanda dan memiliki gradasi warna yang cerah dan mencolok, sedangkan Edo Kiriko memiliki style dengan gradasi yang tipis-tipis. Setelah sekitar 100 tahun kerajinan ini dihidupkan kembali pada tahun 1980-an oleh Bengkel Kerajinan Kaca Kogei dengan mencontoh Satsuma Kiriko yang ada dan dari dokumen-dokumen yang dulu ditinggalkan.
Sumber:
https://becos.tsunagujapan.com/en/satsuma-kiriko/
Sumber gambar:
https://deshimaru.jp/wp-content/uploads/2019/11/pt_0052_IMGP4436.jpg