Di Indonesia kita sudah sangat lumrah melihat pedagang keliling baik itu di pedesaan atau pun di kota. Namun tahukah kalian kalau dahulu di Jepang juga ada banyak sekali pedagang keliling seperti di Indonesia? Para pedagang keliling di Jepang ini disebut dengan nama Botefuri (棒手振り). Layaknya pedagang keliling di Indonesia, mereka juga membawa barang dagangannya dengan cara memasukkannya ke dalam dua keranjang yang sudah diikat di kedua ujung tongkat kemudian meminggulnya di bahu.
Botefuri sangat mudah ditemukan di kota-kota Jepang pada zaman Edo (1603–1868). Barang-barang yang mereka dagangkan tentu seputar barang kebutuhan pokok seperti ikan, sayuran, dan bahan makanan lain, selain itu mereka juga menjual peralatan sehari-hari seperti piring, sumpit, gelas. Selain itu tidak jarang ada pedagang yang menjual kertas bekas, abu untuk anglo, dan bahkan serangga seperti kunang-kunang dan jangkrik. Beberapa pedagang keliling juga mengubah dagangannya agar sesuai dengan musim seperti ketika musim dingin maka barang yang mereka jual seperti tumbuhan pakis, jamur shitake, rebung, ikan ayu, ikan trout, dan sebagainya. Berbeda ketika musim gugur, barang yang mereka jual seperti ikan salmon, anggur, terong, burung pegar, bebek, dan sebagainya.
Alasan kenapa orang Jepang jaman dahulu banyak yang menjadi pedagang keliling adalah karena menjadi pedagang keliling tidak sesusah menjadi tukang kayu mau pun pekerja terampil lainnya. Selain itu juga tidak perlu membeli tanah atau harus mendaftar sebagai anggota dalam sebuah serikat mana pun. Karena sangat mudah untuk memulai, hal itu membuat orang-orang yang menganggur tergiur untuk menjadi seorang Botefuri.
Sumber:
https://japanesestation.com/culture/tradition/botefuri-pedagang-keliling-tradisional-jepang-di-zaman-edo
Sumber gambar:
https://pbs.twimg.com/media/Dj-LCgDU0AEfZqk.jpg