Mengapa Ada Banyak Festival saat Musim Panas di Jepang?

Ditulis oleh: Administrator, 10-06-2022

            Bagi kalian yang menyukai budaya Jepang, kalian pasti sudah tahu kalau pada saat musim panas, ada banyak sekali diadakan festival musim panas atau natsu matsuri hampir di seluruh daerah di Jepang. Tiga alasan yang paling utama diadakannya natsu matsuri adalah untuk melindungi panen, menenangkan roh jahat, dan mencegah serta menyembuhkan suatu penyakit.

            Perayaan oleh orang-orang desa di awal musim panas disebut dengan dengaku yang dikembangkan di zaman kuno sebagai pengiring musik untuk penanaman padi. Berasal sebagai music dan tarian yang dibawakan oleh petani, kegiatan tersebut juga disebut dengan ta asobi atau “permainan sawah” yang dimaksudkan untuk meningkatkan hasil panen dan juga pendapatan pajak.

            Sebelum penemuan insektisida dan herbisida, orang-orang Jepang zaman dahulu juga mengadakan festival yang dikenal sebagai mushi okuri atau “menyingkirkan serangga”. Pada malam hari, penduduk desa akan membawa taimatsu, obor yang dibuat dari kayu pinus, kemudian membunyikan lonceng untuk mengusir serangga dari ladang.

            Selain untuk melindungi panen, beberapa natsu matsuri juga dirayakan untuk mencegah bencana seperti topan, hujan deras, banjir, tanah longsor, dan kelaparan. Bencana-bencana tersebut pada zaman dahulu diyakini bukan disebabkan oleh kekuatan alam melainkan oleh onryo atau “roh pendendam” dan goryo, yaitu bangsawan yang telah meninggal yang menuntut tatari, atau “pembalasan”. Goryo yang paling terkenal adalah Tenjin atau dewa langit, yang merupakan pendewaan dari seorang politisi Periode Heian, Sugawara no Michizane. Sugawara meninggal saat diasingkan ke Kyushu pada tahun 901 setelah menjadi korban atas jebakan yang dibuat oleh pesaing politiknya. Pada tahun-tahun berikutnya, Jepang menderita wabah penyakit dan kekeringan yang meluas, kemudian tiga dekade kemudian Kyoto dilanda hujan lebat dan kilat yang mengakibatkan kematian banyak bangsawan istana.

            Bencana-bencana tersebut dipercaya adalah perbuatan roh Sugawara yang sedang marah. Oleh karena itu, diadakan Tenjin Matsuri di seluruh Jepang setiap tanggal 24 dan 25 Juli. Dewa Tenjin kemudian telah berevolusi selama berabad-abad dari dewa pendendam menjadi dewa pelindung dan dewa pembelajaran.

            Selanjutnya, ada pula Gion Matsuri, salah satu festival terbesar dan paling terkenal di seluruh dunia. Gion Matsuri pertama kali diadakan pada abad ke-9 di Kyoto setelah Kyoto dilanda penyakit yang merajalela saat bulan-bulan musim panas karena kepadatan penduduk dan pembuangan limbah yang tidak memadai yang sering mencemari air minum dan makanan. Akibatnya terjadi epidemi disentri, influenza, cacar, malaria, dan campak. Oleh sebab itu, Gion Matsuri dirayakan sebagai ritual pemurnian untuk menenangkan onryo yang telah membawa bencana ke ibu kota.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber:

https://blog.gaijinpot.com/why-are-there-so-many-festivals-in-summer/