Di Jepang terdapat budaya bernama horenso yang diterapkan oleh seluruh perusahaan di Jepang. Budaya horenso dilakukan agar komunikasi dan informasi dapat berjalan dengan lancar dan baik. Kata "horenso" merupakan singkatan yang terbentuk dari tiga kata, yaitu 報告 (hōkoku) yang berarti laporan, 連絡 (renraku) yang berarti informasi, dan 相談 (sōdan) yang berarti konsultasi. Pada umumnya, budaya kerja horenso diajarkan kepada karyawan baru pada saat masa pelatihan. Karena budaya horenso sudah biasa diterapkan oleh orang Jepang dalam urusan bisnis dan pekerjaan, maka penting bagi kalian yang ingin bekerja di Jepang untuk mengenal budaya horenso ini.
1. HŌ – 報告 (hōkoku) - Laporan
Ketika mendapatkan tugas dari senior atau atasan, para karyawan harus memberi laporan rutin seperti bagaimana pekerjaan itu dikerjakan, apakah mengalami kesulitan, apakah terjadi masalah, dan kapan pekerjaan itu akan selesai secara berkala kepada atasan agar pekerjaan tersebut berjalan dengan baik.
2. REN – 連絡 (renraku) – Komunikasi
Renraku adalah berkomunikasi atau berbagi informasi penting mengenai suatu hal yang mungkin dapat mempengaruhi kerja sama tim dengan rekan kerja tanpa memandang status atau jabatan dalam perusahaan. Dengan kata lain, atasan, bawahan, maupun rekan kerja sederajat harus saling menghubungi satu sama lain apabila terjadi sesuatu agar mereka bisa segera mengatasi situasi yang tidak terduga dan meminimalisir terjadinya kekacauan.
3. SŌ – 相談 (sōdan) – Konsultasi
Konsultasi atau diskusi antara junior dengan senior adalah hal yang penting dan sangat lumrah di Jepang. Adanya konsultasi dapat mengedukasi karyawan junior dan memperdalam kepercayaan antara sesama rekan kerja. Dengan meminta saran atau pendapat, kalian juga tidak akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menentukan keputusan atau mengkhawatirkan masalah pekerjaan tersebut.
Sumber:
https://japanesestation.com/culture/tradition/ingin-kerja-di-jepang-kalian-harus-tahu-horenso