Ohenro (お遍路), Perjalanan Ziarah ke 88 Kuil

Ditulis oleh: Administrator, 25-11-2022

         Wilayah Shikoku di Jepang terkenal akan perjalanan ziarahnya atau biasa disebut dengan "ohenro". Banyak orang dari seluruh Jepang, bahkan dunia berdatangan untuk melakukan perjalanan ini. Yuk, simak lebih lanjut mengenai ohenro dalam artikel ini!

         Ohenro adalah perjalanan ziarah mengunjungi satu per satu situs suci yang diyakini terhubung dengan pendeta ternama Jepang, Kobo-Daishi (nama lain : Kukai). Situs suci tersebut yakni, 88 kuil di wilayah Shikoku atau biasa disebut Shikoku Hachi-Ju- Hachi-Kasho.

         Setiap situs suci disebut pula dengan fudasho, dan masing-masing fudasho memiliki nomor. Nomor 1-23 terletak di Prefektur Tokushima, nomor 24-39 di Prefektur Kochi, nomor 40-65 di Prefektur Ehime, dan nomor 66-88 berada di Prefektur Kagawa (nomor 66 sebenarnya ada di Prefektur Tokushima).  Jadi, apabila Anda melakukan ohenro, Anda bisa mengelilingi wilayah Shikoku.

         Meskipun ohenro telah ada sejak 1200 yang lalu, hingga saat ini orang-orang yang melaksanakannya terus meningkat. Tidak hanya untuk tujuan ziarah, ada pula alasan kesehatan, pencarian jati diri, maupun sekadar wisata. Penduduk setempat memanggil mereka, pelaksana ohenro dengan panggilan Ohenro-san. Pada topi bambu Ohenro-san terdapat tulisan "dogyo ninin". Tulisan ini bukan hiasan semata, tetapi memiliki makna "pergi berdua". Berdua di sini, menunjuk pada Ohenro-san dan Kobo-Daishi, karena ohenro dilaksanakan bersama Kobo-Daishi.

         Ohenro tidak harus dilakukan sesuai urutan nomor fudasho. Anda boleh melakukan perjalanan dari mana pun atau dari nomor berapa saja. Apabila sesuai urutan nomor disebut jun-uchi, jika sebaliknya dinamakan gyaku-uchi. Akan tetapi, gyaku-uchi dikatakan memiliki keuntungan tiga kali lipat daripada jun-uchi. Selain itu, terdapat pula sebutan toshi-uchi, jika Anda menyelesaikan ohenro dalam satu waktu. Sedangkan, ohenro yang dibagi dalam beberapa waktu yakni, kugiri-uchi. Kugiri-uchi sendiri, bila dibagi tiap-tiap prefektur dinamakan ikkoku mairi.

         Saat tiba di kuil, hal pertama yang dilakukan adalah memberi salam dengan menundukkan badan di gerbang kuil, sanmon. Setelah itu, basuhlah diri Anda (bagian tangan dan mulut) menggunakan air di chozuya. Di aula utama, nyalakan lilin dan dupa, lalu berikan donasi pada saisen (kotak persembahan uang).

         Masih di dalam aula utama, hal yang dilakukan berikutnya yaitu menyerahkan osame-fuda (kertas doa) dan shakyo (salinan sutra). Kemudian, membacakan dokyo (sutra), lalu ditutup dengan berdoa. Di hall Kobo-Daishi lakukan pula step-step seperti di main hall. Apabila semua prosesi telah selesai dilakukan, mintalah cap kuil meliputi nama, simbol dan nomor kuil pada nokyo-cho (buku stempel), bisa juga pada kakejiku (gulungan), atau byakue. Terakhir, jangan lupa untuk membayarkan biaya cap. Nokyo-cho dibeli langsung di kuil. Anda juga dapat membelinya di internet.

         Secara tradisional ohenro dilakukan dengan berjalan kaki atau arukihenro. Akan tetapi, butuh 40 hari untuk menyelesaikan rute meskipun Anda setiap hari berjalan sejauh 30 km. Oleh karena itu, agar mempermudah Ohenro-san, saat ini tersedia kuruma henro, yaitu ohenro menggunakan mobil, dan ohenro dengan bus. Ada juga Ohenro-san yang menaiki motor atau sepeda.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber:

https://matcha-jp.com/id/3672

Sumber gambar:

https://shikoku-tourism.com/image/rendering/issue_page_image/5/trim.4000/4000/2000?v=4cc2ecd2d4b2d1cac094d30d7f3fa460e8b10cc3