Pernahkah kalian memperhatikan gambar di uang kertas Jepang? Sama seperti uang kertas di Indonesia, uang kertas di Jepang juga terdapat gambar tokoh terkenal atau orang penting yang berjasa bagi negaranya. Salah satunya adalah gambar di uang seribu yen, yaitu Natsume Souseki.
Natsume Souseki adalah nama pena untuk Natsume Kinnosuke, dia adalah novelis Jepang, ahli sastra Inggris, sekaligus penulis esai yang hidup di zaman Meiji hingga zaman Taisho. Souseki adalah salah satu dari segelintir tokoh Jepang yang melambangkan kemunculan Jepang sebagai bangsa modern dan membantu membentuk pemahaman tentang kondisi modern kepada masyarakat Jepang melalui karya-karya tulisnya di masa hidupnya.
Natsume Souseki lahir 150 tahun yang lalu, pada 9 Februari 1867 saat akhir zaman keshogunan terakhir Jepang, periode Tokugawa (1603–1868). Dia meninggal tak lama sebelum ulang tahunnya yang kelima puluh pada 9 Desember 1916, beberapa tahun setelah kematian Kaisar Meiji. Karya sastranya dianggap telah menangkap apa yang disebut sebagai Meiji no seishin (Semangat Era Meiji). Status resmi Souseki sebagai bapak budaya Jepang diakui dalam bentuk potretnya, yang telah lama menghiasi uang kertas seribu yen Jepang.
Terlepas dari usia karyanya, tulisan-tulisan Souseki tetap segar dan penuh kehidupan bagi para pembaca kontemporer jaman sekarang. Karya-karyanya juga telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, salah satunya adalah bahasa Indonesia. Karya Souseki yang paling terkenal adalah Wagahai wa Neko de aru (I Am a Cat) dan Kokoro (Rahasia Hati). Setelah hidup di saat periode ketika Jepang melangkah ke panggung internasional, Souseki dapat digambarkan sebagai penulis sastra kelas dunia pertama di Jepang.
Sumber:
https://www.asianstudies.org/publications/eaa/archives/natsume-soseki-and-modern-japanese-literature/
Sumber gambar:
https://tk.ismcdn.jp/mwimgs/0/c/1200w/img_0c770c80f3b2d9923a1a90f9a3faa04f462644.jpg