Muchi (ムーチー atau 餅, Mūchī), juga dikenal sebagai onimochi (鬼餅), adalah sejenis kudapan yang terbuat dari beras ketan yang ditumbuk. Di Okinawa, dalam bahasa Okinawa muchi berarti "kue beras", terkadang juga disebut "Kassa Muchi" karena dibungkus dengan daun kulit jahe.
Pada bulan Desember, muchi dimakan sebagai jimat keberuntungan untuk doa kesehatan dan umur panjang. Selain itu, muchi juga sering dimakan saat periode “Muchibisa”, yaitu masa dari akhir Januari hingga awal Februari yang merupakan musim terdingin di Okinawa.
Saat Muchibisa, keluarga berkumpul dan menyiapkan muchi bersama-sama, mereka membuat lusinan Kassa Muchi, dan membuat muchi yang lebih besar, atau yang disebut dengan Chikara Muchi. Selain dimakan, Kassa Muchi atau Chikara Muchi kemudian diikat dengan tali dan digantung di langit-langit rumah sebagai hiasan di dalam rumah dan digunakan untuk penolak bala. Cara pembuatan muchi juga sama seperti pembuatan mochi, hanya saja setelah adonan muchi sudah jadi, muchi dibumbui dengan gula merah, gula putih, dan ubi ungu, kemudian dibungkus daun kulit jahe dan dikukus.
Kebiasaan membuat muchi yang digunakan untuk tolak bala berasal dari cerita rakyat Pulau Okinawa. Dahulu kala, seorang saudara laki-laki dan perempuan tinggal di daerah Shuri, Okinawa. Saudara laki-laki tersebut menetap di Gua Oozatoson, dan ketika malam tiba dia menjadi raksasa yang mengejar dan memakan ternak. Untuk mengusir roh jahat pada kakak laki-lakinya, saudara perempuannya memasukkan jarum besi ke dalam mochi dan membungkusnya dengan daun jahe, kemudian memberikannya kepada kakaknya dan roh jahat itupun akhirnya pergi.
Apakah kalian tertarik untuk mencoba kue muchi?
Sumber:
https://okinawaclip.com/en/detail/90
https://en.wikipedia.org/wiki/Muchi
Sumber gambar:
https://asp.hotel-story.ne.jp/media/6021000100698.jpg