Nihon Shoki, Karya Sastra Tertua di Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 22-09-2023

           Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki banyak karya sastra populer mulai dari sastra kuno (zaman Nara), sastra klasik (zaman Heian), sastra pertengahan (zaman Kamakura, zaman Namboku-cho, zaman Muromachi), sastra modern (zaman Azuchi-Momoyama, zaman Edo), dan sastra kontemporer (karya sastra mulai zaman Meiji hingga sekarang). Namun, jauh lebih lama sebelum kesusastraan kuno pada zaman Nara ditemukan, Jepang sudah memiliki kesusastraan yang dikatakan sebagai yang paling tua yaitu Kojiki Bungaku yang ditulis pada zaman Yamato (250-710). Penceritaan sastra Kojiki hanya mengandalkan media dari mulut ke mulut, karena saat itu Jepang belum mengenal huruf. Namun Kojiki akhirnya ditulis setelah huruf kanji digunakan di Jepang. Kesustraan tertua Jepang selanjutnya adalah Nihon Shoki.

           Kojiki dan Nihon Shoki disusun oleh perintah Tenmu Tennou (673-686). Penulisan Kojiki diteruskan oleh tiga kaisar setelahnya pada tahun 712. Adapun yang membedakan antara Kojiki dan Nihon Shoki, yaitu dalam Kojiki penyampaiannya lebih bersifat subjektif, bahasa lebih hidup, dan lebih bercorak sastra. Karena ciri-ciri tersebut Kojiki tidak dianggap sebagai sejarah resmi, sedangkan Nihon Shoki dianggap sebagai kumpulan sejarah resmi karena sifatnya yang lebih objektif. Secara garis besar kojiki menceritakan tentang asal-usul alam semesta, terbentuknya daratan, lahirnya dewa-dewi, terjadinya negara Jepang, dan keagungan keluarga kaisar. Buku ini ditulis pada masa kaisar memiliki kekuasaan mutlak, sehingga jalan ceritanya pun disusun sedemikian rupa untuk membuktikan kepada rakyat betapa besar dan mulianya keluarga kaisar. Beberapa petikan dari cerita-cerita kojiki ini menceritakan bahwa keluarga kaisar selalu dihormati dan diagungkan sejak terbentuknya alam semesta.

           Nihon Shoki memiliki 30 jilid dan jilid tambahan yang menuliskan tentang mitologi dan terkenal dengan jidaiki (jaman mitologi) pada jilid 1 dan 2. jilid 3 sampai 30 menceritakan tentang kejadian-kejadian dari jaman kaisar Jinmu sampai kaisar Jitoo secara kronologis. Diantaranya adalah kerusuhan Jinshin (672), pengenalan agama Budha oleh kaisar Kinmei (703), pemindahan ibukota oleh kaisar Genmei ke Heijookyoo (710), dan hubungan diplomatik dengan Cina dan Korea. Sedangkan jilid tambahan menceritakan tentang silsilah dalam keluarga kaisar.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber :

https://gakuseicodes.wordpress.com/2016/02/14/kojiki-nihon-shoki-dan-manyoshu/

Sumber Gambar :

https://skdesu.com/id/nihon-shoki-the-chronicles-of-jepang/