Kuil-kuil Shinto di Jepang, umumnya memiliki sebuah gerbang, entah berwarna merah atau putih, atau tanpa warna. Gerbang ini biasa disebut torii. Warna torii yang bervariasi tergantung pada bahannya, ada yang terbuat dari kayu, dan ada yang dari batu. Konon, torii dipercaya sebagai gerbang yang menjadi batas antara dunia manusia dengan kawasan suci tempat para dewa tinggal. Jumlah torii di setiap kuil Jepang bervariasi, namun rata-rata berkisar beberapa hingga ratusan bahkan ribuan.
Secara umum, bentuk torii (gerbang) dibagi menjadi dua macam, yaitu:
Pertama, bentuk myoojin. Bentuk torii seperti ini dapat minna-san temukan di berbagai lokasi di Jepang. Salah satunya yang terkenal adalah torii yang berdiri di tengah laut di pulau Miyajima, Hiroshima.
Kuil di Miyajima, Hiroshima
Kedua, bentuk Shinmei yang tergolong sederhana jika dibandingkan dengan Myoojin. Torii bentuk ini diyakini sebagai bentuk yang paling tua. Bentuk torii seperti ini dapat ditemui di Ise Jingu, salah satu kuil popular Jepang yang berlokasi di prefektur Mie.
Salah satu torii yang terdapat di Ise Jingu, Jepang
Nah, sekarang jika minna-san berkunjung ke kuil Shinto di Jepang, bentuk torii manakah yang minna-san temukan?

