Setiap jamnya tiga orang di Jepang mati sendirian. Biasanya mayatnya baru akan ditemukan beberapa hari kemudian. Fenomena ini disebut dengan 孤独死 (dibaca: kodokushi) yang secara harfiah berarti mati dalam kesendirian. Kodokushi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah fenomena ketika orang yang hidup sendiri meninggal tanpa ada keluarga yang mengurus dan yang lebih parah jasadnya baru akan ditemukan beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kemudian. Orang yang mati dengan kondisi seperti ini kebanyakan adalah lansia yang tidak memiliki keluarga yang mengurus. Kodokushi merupakan salah satu dari beberapa masalah sosial di Jepang yang kian hari kian memburuk. Belum ada data resmi mengenai kodokushi, tetapi beberapa ahli meyakini sekitar 30.000 orang mati dalam kesendirian/kodokushi per tahunnya.
Kodokushi baru menjadi perhatian masyarakat Jepang pertama kali pada tahun 2000. Pada saat ditemukannya jasad seorang laki-laki yang sudah menjadi mayat selama 3 tahun saat ditemukan. Laki-laki yang meninggal pada usia 69 tahun itu hidup sendirian tanpa keluarga, ditemukan tergeletak di lantai tanpa ada yang menyadari kematiannya. Di Jepang uang sewa rumah dan biaya lainnya ditarik langsung dari rekening bank. Sehingga ketika uang di rekening laki-laki tersebut habis, petugas datang untuk menagih uang sewa. Tetapi bukannya menerima uang sewa, petugas malah mendapati mayat yang tinggal tulang belulang karena dimakan belatung.
Salah satu penyebab memburuknya fenomena ini adalah pemikiran orang Jepang yang cenderung tidak mau meminta tolong kepada orang lain karena takut merepotkan. Banyak sekali lansia yang hidup sendiri dan hanya berkomunikasi dengan orang lain seminggu sekali atau bahkan tidak sama sekali. Gaya hidup yang individual ini bisa dibilang cukup ekstrim, tidak jarang orang yang tinggal di apartemen yang sama tidak tahu nama orang yang tinggal di sebelah rumah masing-masing. Kodokushi diperkirakan bisa kian memburuk seiring dengan memburuknya fenomena lain yaitu hikikomori (pemuda-pemuda yang mengurung diri di kamar) yang hingga hari ini sudah mencapai angka 700.000 kasus.
Sumber:
https://slate.com/news-and-politics/2015/06/kodokushi-in-aging-japan-thousands-die-alone-and-unnoticed-every-year-their-bodies-often-go-unnoticed-for-weeks.html
https://www.nytimes.com/2017/11/30/world/asia/japan-lonely-deaths-the-end.html
https://internasional.kompas.com/read/2017/11/30/14080641/kodokushi-mati-dalam-kesendirian-jadi-masalah-serius-di-jepang
Sumber Gambar:
https://www.jeremie-souteyrat.com/img-get/I0000vqlqLx0w46M/s/1200/I0000vqlqLx0w46M.jpg