Siapa yang tidak tahu tentang origami? Seni melipat dari Jepang ini menggunakan kertas berbentuk persegi dan dilipat sedemikian rupa untuk membentuk origami yang dapat menyerupai hewan atau benda-benda disekitar kita. Ternyata ada sebuah legenda yang berhubungan dengan origami tersebut. Legenda tersebut menyebutkan bahwa jika seseorang pasien melipat origami bangau sebanyak 1000 kali, kelak penyakit mereka akan disembuhkan.
Legenda ini menjadi sangat terkenal karena seorang gadis perempuan asal Hiroshima bernama Sadako yang didiagnosa menderita leukimia. Pada saat itu sudah beberapa hari setelah jatuhnya bom atom di Hiroshima, sehingga leukimia mendapat julukan ‘a-bomb disease’ dan hal ini membuat Sadako sangat takut. Namun ketika Sadako sedang menjalani rawat inap, temannya datang dan menceritakan tentang legenda tersebut. Legenda dimana burung bangau dikatakan hidup selama 1000 tahun, dan jika seorang pasien melipat origami bangau sebanyak 1000 buah, maka mereka akan disembuhkan dari penyakitnya. Alhasil, Sadako memutuskan untuk mencoba dan melipat 1000 buah origami bangau agar dia cepat sembuh.
Selama berada di rumah sakit, Sadako menghabiskan waktunya melipat origami, bahkan meminta teman dan keluarganya untuk membawakannya kertas origami untuk dilipat. Meskipun Sadako mengetahui bahwa dia tidak akan sembuh, namun Sadako tetap melipat lebih dari 1000 origami bangau dan tetap menguatkan diri demi keluarganya. Ditemani keluarga disampingnya, Sadako meninggal dunia.
Tiga tahun setelah kematian Sadako, teman-teman Sadako telah mengumpulkan cukup dana untuk membangun sebuah monumen atas namanya. Monumen tersebut berada di Hiroshima dengan nama ‘Monumen Kedamaian Anak’ dan sampai saat ini, masih banyak anak-anak dari berbagai negara meletakan origami bangau dibawah monumen tersebut, seperti yang dilakukan Sadako sebelumnya.
Sumber:
https://theelders.org/news/story-sadako-sasaki-and-hiroshima-peace-cranes
Sumber Gambar:
https://hit-product-resources-public.s3.ap-northeast-1.amazonaws.com/images/1152/kTAG8Ag3EKCm73LCbEph/large.jpg