Di tengah perkembangan globalisasi yang pesat, seperti negara-negara maju lainnya, Pemerintah Jepang masih terlilit masalah populasi penduduk yang terus merosot. Ada banyak faktor baik internal maupun eksternal yang menyebabkan menurunnya populasi penduduk di Jepang salah satunya yaitu rendahnya angka kelahiran yang disebabkan minimnya minat menikah di kalangan pemuda di Jepang. Seperti efek domino, masalah tren populasi yang terus menyusut di Jepang menjalar ke berbagai sektor khususnya sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan untuk keberlangsungan proses industri dan pertanian di Jepang.
Jepang memang terkenal dengan hasil pertanian yang memiliki kualitas terbaik namun semua itu tidak akan bertahan jika SDM yang diperlukan dalam proses produksi tidak terpenuhi. Hal tersebut merupakan kabar buruk bagi pemerintah Jepang, di tengah merosotnya populasi penduduk, para remaja di jepang justru tidak memiliki minat untuk bekerja di sektor pertanian.
Tidak terpenuhinya SDM di sektor pertanian dan sektor-sektor lainnya di Jepang menjadi peluang segar bagi tenaga kerja asing khususnya Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan bahwa setidaknya ada sekitar 100 ribu tenaga kerja Indonesia berkeahlian khusus yang akan dikirim ke Jepang secara bertahap dalam 5 tahun kedepan. Diharapkan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jepang tidak hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan SDM akan tetapi juga bisa dijadikan kesempatan untuk transfer knowledge demi kemajuan bangsa.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id/berita/rqmy9u383/depopulasi-jepang-masalah-di-kota-maupun-desa
Sumber Gambar:
https://ntbsatu.com/wp-content/uploads/2023/01/20230106_123336_0000.jpg