Pernahkah Minna-san memakan kue mochi? Dengan tekstur yang lembut dan isian yang manis, kue ini menjadi mudah disukai tidak hanya orang Jepang, namun juga orang Indonesia terutama daerah Jawa yang orangnya terkenal suka dengan makanan manis. Kue mochi bagi masyarakat Jepang merupakan makanan penting sehingga sampai dibuat festival untuk merayakannya yang bernama Mochi Nage Matsuri. Festival ini diadakan setiap musim semi di berbagai kuil Shinto di seluruh Jepang.
Orang-orang dari berbagai usia dan komunitas akan berkumpul di kuil setempat untuk merayakan festival ini yang ditujukan sebagai upacara pemberkatan kesuburan dan panen untuk tahun-tahun berikutnya. Setelah pendeta memberkati sebidang tanah upacara dan dua anak laki-laki yang berpakaian seperti sapi dituntun di atasnya, mochi yang sudah disiapkan akan dilempar dari tempat yang sangat tinggi untuk orang banyak di bawah. Orang-orang bergegas dengan penuh semangat untuk mengumpulkan sebanyak mungkin yang mereka bisa.
Menurut kepercayaan tradisional, mochi dijiwai dengan energi ilahi dan dikatakan sebagai lambang kebahagiaan dan kemakmuran untuk musim yang akan datang. Sejak awal periode Heian (794–1185), mochi telah menjadi persembahan ritual umum baik dalam tradisi Shinto maupun Buddha. Mochi juga memiliki peran yang sangat penting dalam perayaan Tahun Baru. Rumah-rumah Jepang secara tradisional membuat atau membeli sepasang kue beras bundar, yang dikenal sebagai kagami mochi, untuk menyambut para dewa tahun baru. Makanan kenyal juga merupakan bahan biasa dalam hidangan liburan seperti zōni, sup lezat yang dimakan pada pagi hari di hari pertama tahun baru.
Sumber:
https://japanesestation.com/culture/tradition/mengapa-orang-jepang-sangat-menyukai-mochi
Sumber Gambar:
https://jogja.disway.id/upload/6fe432cd555f6180e95994a85ccc5dea.jpg