Jepang dan Indonesia, dua negara yang sama-sama dikelilingi oleh Ring of Fire membuat kedua negara tersebut sering mengalami bencana gempa bumi dan tsunami. Meskipun demikian, Jepang dan Indonesia memliki ‘jalan ninja’ berbeda dalam masalah mitigasi bencana. Tak bisa dipungkiri bila kemajuan teknologi di Jepang sudah masuk ke tahap implementasi dalam kehidupan masyarakat mulai dari dibangunnya gendung-gedung anti gempa, notifikasi peringatan dini bencana yang sudah terintegrasi sehingga bisa tersampaikan dengan cepat ke masyarakat melalui pengeras suara dan ponsel pintar bahkan sampai menggunakan drone dan robot dalam operasi penyelamatan.
Tak hanya itu, masyarakat di Jepang sedari dini sudah dilatih cara-cara dasar dalam menghadapi bencana alam melalui berbagai penyuluhan rutin di berbagai tingkatan baik di lingkungans sekolah maupun kerja. Dengan berbagai bentuk mitigasi bencana yang diupayakan, Jepang berhasil menekan jumlah korban pada setiap bencana alam yang terjadi.
Di Indonesia sendiri, sebenarnya sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam mitigasi bencana namun memang terlihat kurang dalam mengadakan penyuluhan serta simulasi bencana sehingga ketika terjadi bencana alam seperti gempa, masyarakat cenderung panik yang berakibat pada jatuhnya korban. Tak hanya itu, berbagai alat pendeteksi dini gempa yang dipasang diberbagai tempat rawan gempa masih sering hilang dicuri. Masih hangat dalam ingatan ketika gunung Marapi tiba-tiba meletus dan banyak pendaki yang menjadi korban meninggal. Usut punya usut ternyata alat pemantau di sekitar gunung sering dicuri oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Jika berkaca pada Jepang, kerbehasilan dalam mitigasi pada setiap bencana di Jepang tak lepas dari peran masyarakat dalam menjaga segala bentuk sarana mitigasi yang telah disiapkan pemerintah. Kolaborasi masyarakat dengan pemerintah yang terjadi di Jepang ini patutnya menjadi contoh konkrit untuk masyarakat Indonesia bahwa keberhasilan mitigasi bencana tak cukup hanya dengan usaha pemerintah namun juga membutuhkan peran dari masyarakat.
Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-7074079/gunung-marapi-erupsi-tiba-tiba-pvmbg-sebut-alat-deteksi-pernah-dicuri
https://kumparan.com/latifatul-khumaeroh/teknologi-jepang-sebagai-sistem-tanggap-bencana-1zVl7kw6uCH
Sumber Gambar:
file:///Users/myimac/Desktop/ENGLISH%20E-BOOKS/jp-20210310-feature2-09227c9e976d608c59f6100b25ed80a5-0232993c527d4b52d2708950fab7e81f.jpeg