Kabuki: Teater Tradisional Jepang Sejak Zaman Edo

Ditulis oleh: Administrator, 02-08-2024

            Minna-san, pernahkan kalian mendengar Kabuki? Kabuki adalah kesenian teater tradisional Jepang yang sudah ada lebih dari 400 tahun lalu sejak jaman Edo dan masih digemari hingga kini. Tepatnya pada tahun 1603, Kabuki diperkenalkan dramatari wanita bernama Izumo no Okuni yang diyakini seorang gadis suci dari kuil Kitano Tenmangu, Kyoto. Diperuntukkan mementaskan tarian dan ritual kuno untuk menghormati dewa Budha tapi melalui adaptasinya sendiri dan memimpin sekelompok wanita telah membuatnya terkenal.

            Melepaskan tradisi yang kaku, Okuni tidak hanya membawa sedikit sindiran ke dalam tariannya, tapi juga tema pertikaian cinta dan cerita-cerita lain tentang kehidupan sehari-hari orang biasa. Kabuki berasal dari tiga kanji, jika diartikan secara berurutan adalah kanji nyanyian ( 歌), tarian (舞), dan keterampilan (伎). Ejaan tersebut merupakan ejaan modern dimana istilah aslinya berasal dari kata-kerja “kabuku", berarti "luar biasa."  Kementrian Pendidikan Jepang menetapkan Kabuki sebagai warisan budaya non-benda. UNESCO juga menetapkan Kabuki sebagai karya agung warisan budaya lisan dan non-benda manusia.

         Pemain Kabuki biasanya mementaskan drama, tarian dan menyanyi juga memakai riasan tebal, cat khusus wajah yang disebut dengan “kumadori” yang melambangkan pembuluh darah dan otot diwajah putih, merah, biru, dan coklat. hingga menggunakan tepung beras di wajah agar mendapat kesan “porselen” memakai kostum mewah dan mencolok. Penonton bisa mengetahui mana tokoh yang baik (riasan berpola warna merah) dan buruk atau youkai (riasan berpola warna biru).

            Karena banyaknya pelecehan terhadap pemain Kabuki perempuan dan dianggap melanggar moral, sehingga kini pemain Kabuki diperankan oleh pria disebut “onnagata”. Gerakan dan ekspresi onnagata yang lebih feminim dari perempuan.

            Panggung yang digunakan saat pertunjukan Kabuki telah dirancang selama bertahun-tahun. Bagian dari panggung yang berfungsi sebagai tempat duduk penonton disebut jalan bunga “hanamachi". Ketika adegan berubah, panggung akan berputar “mawaributai” dan pemain kabuki muncul. Saat ini, pertunjukan Kabuki menggunakan BGM (background music) dan efek suara dari alat musik tradisional Jepang. Diseluruh Jepang, ada beberapa teater dimana Kabuki dipentaskan, yang paling terkenal Kabuki-za di Giza, Tokyo yang telah ada lebih dari seratus tahun, teater tradisional ini dibangun kembali dan diperbarui pada awal 2013, dengan tetap menjaga keaslian arsitektur tradisional teater aslinya. Menarik bukan? Minna-san dapat melihat kesenian teater yang lengkap dengan emosi, kostum dan cerita tradisonal di Kabuki ini.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber:
https://www.gbni.co.jp/recipe/kesenian-kabuki-dan-sejarahnya/
https://livejapan.com/id/article-a0000299/
https://student-activity.binus.ac.id/himja/2019/06/kabuki-teater-tradisional-jepang/

Sumber Gambar:
https://kabukimask.com/wp-content/uploads/2020/01/EbizoIchikawaXIcoGanMed64Flickr-56a042393df78cafdaa0b6d2.jpg