Sejarah Origami

Ditulis oleh: Administrator, 04-10-2024

              Siapa yang tak kenal Origami? Ya, (折り紙) adalah seni melipat kertas yang menjadi tiga dimensi atau empat dimensi. Kata (折) yang berarti melipat dan (紙) yang berarti kertas mulai digunakan pada tahun 1880. Berasal dari “Orikata” bahasa Jepang kuno yang berarti bentuk-bentuk yang dilipat. Diterapkan pada desain furnitur, dekorasi rumah, arsitektur, desain robotik dan solusi medis.

              Teknologi pembuatan kertas awalnya diimpor dari Tiongkok melalui Korea ke Jepang pada abad ke-6 oleh para biksu Budha, sehingga mengawali kecintaan orang Jepang terhadap kertas. Saat itu, harga kertas sangat mahal dan hanya mampu dimiliki oleh orang berada menjadi keterampilan penting bagi bangsawan dan prajurit berpangkat tinggi di Jepang. Beberapa gaya pembungkus formal untuk kado, ritual dikembangkan untuk uang, puisi dan kipas. Semakin berkembang dan rumit Origami selama bertahun-tahun kemudian

              Pada akhir abad ke-17 ditemukan dokumen origami tertua di Jepang, sebuah puisi pendek yang dikarang oleh Ihara Saikaku pada tahun 1680. Puisi itu berbunyi: " Rosei-ga yume-no cho-wa orisue" - kupu-kupu dalam mimpi Rosei adalah origami.  Referensi di sini adalah model origami yang disebut Ocho Meccho (kupu-kupu jantan dan betina) yang bahkan saat ini digunakan untuk membungkus botol sake di upacara pernikahan Shinto sejak Periode Heian (tahun 794-1185). 

              Ada lipatan seremonial lain yang sudah ada sejak Periode Edo (tahun 1603-1868) dan beberapa sejarawan mengklaim sudah ada sejak abad ke-12. Orang Jepang terkenal dengan etiket mereka dalam memberi hadiah, dan hiasan kertas dilipat dengan cara yang berbeda untuk melambangkan hal yang berbeda. Seiring berjalannya waktu, teknik produksi ditingkatkan dan disempurnakan sehingga terciptalah kertas washi yang indah yang sangat terkenal di Jepang.

              Dua buku yang ditemukan memuat petunjuk tertulis untuk origami adalah Tsutsumi-no Ki karya Sadatake Ise tahun 1764 dan Sembaruzu Orikata karya Akisato Rito tahun 1797. Tsutsumi-no Ki (disebut juga Haketsuki) menuliskan 13 lipatan seremonial dan Sembaruzu Orikata menuliskan petunujuk membuat 1000 burung bangau yang saling terkait.

              Setelah Perang Dunia II ada peningkatan minat dalam origami di Amerika Utara dan diteliti oleh folkloris Gershon Legman di Amerika Serikat. Pada tahun 1955 Legman mengatur sebuah pameran di Amsterdam dari origami dari master Jepang Akira Yoshizawa (tahun 1911-2005). Akira Yoshizawa adalah tokoh yang membangkitkan minat nasional dan internasional terhadap seni origami, hingga disebut sebagai Bapak Origami Modern. Pada tahun 1957, Yoshizawa menerbitkan "Origami Tokuhon", yang membuat namanya begitu terkenal. Pada 1983, Yoshizawa menerima penghargaan kehormatan Ordo Matahari Terbit dari Jepang. Origami terus berkembang hingga kini.

              Nah, bagaimana pendapat minnasan tentang sejarah Origami ini, apakah semakin tertarik dengan belajar Origami?

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Sumber:
https://www.britannica.com/art/origami/History-of-origami
https://www-insidejapantours-com.translate.goog/japanese-culture/origami/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
https://www.kompas.com/stori/read/2024/07/07/090000979/sejarah-origami-seni-melipat-kertas-dari-jepang?page=2
https://paper.gatech.edu/kinetic-joy/history-origami

Sumber Gambar:
https://guruinovatif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/5694/3.jpg