Tren Ohitorisama

Ditulis oleh: Administrator, 08-11-2024

                Jepang merupakan salah satu negara maju di kawasan Asia dengan gaya hidup yang tinggi, sehingga negara ini didominasi dengan keinginan keras penduduknya untuk memiliki kehidupan yang bebas. Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat lepas dari hidup bermasyarakat untuk mencapai segala sesuatu yang diinginkannya. Tetapi, akhir-akhir ini semakin banyak kelompok yang memilih untuk melakukan kegiatan sendirian dan memanfaatkan kemandirian mereka. Pandangan yang menganggap bahwa menjalani hidup sendiri merupakan cara tepat untuk menata ulang peraturan dan menepiskan harapan masyarakat dalam hal pernikahan, pekerjaan, dan keluarga dan menjalani hidup sendiri dengan penuh kebahagiaan tanpa larangan dari orang lain. Inilah yang menjadi cikal-bakal fenomena Ohitorisama.

                 Fenomena ini sudah terjadi lebih dari 10 tahun lalu, orang Jepang yang mempunyai karakter intovert berawal dari makan seorang diri di kantin sekolah atau kantor dan terkadang membuatnya “tak berteman” hingga memilih untuk makan di sebuah bilik kamar mandi. Fenomena yang terjadi ini dikenal dengan istilah benjo meshi (makan siang di toilet). Tren Ohitorisama menormalisasi orang-orang untuk beraktivitas sendirian di ruang publik.  Dilansir Japan Times, Ohitorisama secara harfiah berarti pesta satu orang. Istilah tersebut mengibaratkan bahwa melakukan kegiatan sendirian sama menyenangkannya dengan berkelompok.

                Tempat-tempat khusus untuk dikunjungi sendirian pun mulai menjamur di Jepang. Ohitorisama telah melahirkan banyak inovasi baru di Jepang, salah satunya adalah konsep restoran hitori yakiniku. Konsep ini umumnya diterapkan pada restoran yang menyediakan fasilitas barbeque yang identik dengan suasana kekeluargaan seperti merayakan ulang tahun, perayaan kenaikan pangkat bersama rekan kerja. Ada juga Bar Hitori di distrik kehidupan malam Tokyo yang didesain khusus bagi para peminum solo. Mereka pun tidak perlu merasa malu sebab setiap meja diberi sekat pemisah antara satu meja dengan meja lain. Banyak hotel di Jepang yang kini sudah menyediakan single-person service. Misalnya saja, inovasi hotel kapsul yang menawarkan kenyamanan sekaligus privasi bagi mereka yang menginap sendirian.

                Sayangnya, fenomena ini membuat kebanyakan anak muda di Jepang memutuskan untuk melajang. Tentu saja, hal ini menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat Jepang sehingga menurunnya jumlah manusia selama beberapa tahun ini.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

 Sumber:
https://hellowork-asia.com/blogs/read/ohitorisama-fenomena-budaya-single-di-jepang
https://nationalgeographic.grid.id/read/133518069/mengenal-ohitorisama-tren-melakukan-ragam-kegiatan-sendirian-ala-orang-jepang?page=all

Sumber Gambar:
https://milenianews.com/lifestyle/budaya/ohitorisama-budaya-single-di-jepang/#google_vignette