Dikutip dari situs Universitas An-Nur Lampung, dialek adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok orang yang umumnya tinggal di wilayah geografis tertentu atau berasal dari latar belakang sosial yang sama. Setiap dialek memiliki ciri khas dalam hal fonologi, tata bahasa, dan kosakata. Meskipun sering dianggap sebagai sub-variasi dari suatu bahasa, dialek memiliki peran penting dalam mencerminkan identitas budaya dan sosial komunitas yang menggunakannya.
Begitu juga yang terjadi pada masyarakat Jepang yang tinggal di Prefektur Aomori, mereka menggunakan dialek Tsugaru sebagai pengantar komunikasi sehari-hari. Karena kosakata yang jauh berbeda dengan bahasa Jepang standar, banyak orang Jepang dari luar Prefektur Aomori merasa kebingungan bahkan tidak mengerti sama sekali ketika mendengar warga lokal bercakap-cakap.
Contoh kosakatanya adalah sebagai berikut
| Dialek Tsugaru | Bahasa Jepang standar | Arti |
|---|---|---|
| あギた (agita) | 顎 (ago) | Dagu |
| あさぐ (asagu) | 歩く (aruku) | Berjalan |
| あんべ (anbe) | 具合・状態 (guai/joutai) | Kondisi |
| おんであれ (onde are) | 来てください (kite kudasai) | Tolong datang |
| けり (keri) | 靴 (kutsu) | Sepatu |
Sangat berbeda, bukan? Tenang saja, mereka juga pandai bahasa Jepang standar, kok. Terkenal dengan apel dan olahannya, Prefektur Aomori sangat cocok dikunjungi bagi kalian pecinta apel dan ingin merasakan sensasi berbeda dari Jepang. Jangan sungkan untuk bertanya pada warga lokal terkait dialek Tsugaru, ya! Selamat berlibur!