Pernahkah kalian melihat mobil yang dikendalikan dengan cara “melempar” ban belakang sehingga mobil akan “meluncur” dan ban belakang memunculkan asap? Teknik tersebut dinamakan drifting. Drifting merupakan sebuah teknik yang sangat terkenal di kalangan pencinta mobil.
Sejarah drifting dimulai sejak sekitar tahun 1970. Seorang pembalap yang bernama Kunimitsu Takahashi memperkenalkan drifting ketika sedang bertanding di sebuah kompetisi yang bernama All Japan Touring Car Championship. Tekniknya sangat unik sehingga banyak pembalap, resmi maupun jalanan, mengadopsi drifting dan mengembangkannya. Keiichi Tsuchiya, yang dikenal juga dengan nama “Drift King” merupakan salah satu orang yang memiliki nama besar dalam dunia drifting berkat mengembangkan drifting dan membuat teknik ini populer sampai menciptakan sebuah seri balapan drift yang dikenal sebagai D1 Grand Prix. Drifting pun akhirnya dikenal di daerah Barat sekitar tahun 1990, karena banyaknya video tentang drifting dan sebuah event yang diselenggarakan di Amerika Serikat pada akhir tahun 1990.
Drifting pada dasarnya adalah olahraga untuk mengendalikan mobil. Pengemudi bermain dengan gas, rem dan setir hingga mobil berbelok cukup tajam dan bagian belakang mobil berputar. Dalam kondisi tersebut, kendali mobil tetap dipertahankan secara penuh dan pengemudi “menggeser” berat mobil di antara tikungan. Drifting lebih mementingkan kecepatan dan kontrol yang teratur, serta sesuatu yang disebut “show factor”. “Show factor” pada dasarnya adalah asap yang dikeluarkan dari ban belakang saat drifting, cara menikung yang berani dan reaksi para penonton.
Di era ini, telah banyak seri balap drifting tersebar di seluruh penjuru dunia. Drifting juga sudah banyak dijadikan sebuah tema dalam dunia game dan film.
Sumber:
https://www.topspeed.com/cars/car-news/the-history-of-drifting/
https://www.trackdays.co.uk/news/what-is-drifting-why-is-it-so-popular/