Tasuki (たすき) adalah seutas kain atau tali yang digunakan untuk mengikat lengan baju kimono agar tidak mengganggu aktivitas. Meski sederhana, benda ini punya banyak makna dan sejarah!
Asal & Fungsi Utama
Dipakai sejak zaman Edo, tasuki membantu orang bergerak bebas saat bekerja, memasak, atau beraktivitas fisik. Dengan mengikat lengan baju ke belakang, tasuki memungkinkan pemakainya tetap rapi dan nyaman saat menjalankan tugas sehari-hari.
Simbol & Tradisi
Dalam lomba lari estafet tradisional Jepang, yaitu ekiden, tasuki menjadi simbol perjuangan dan semangat tim. Tasuki diserahkan dari satu pelari ke pelari berikutnya sebagai bentuk estafet semangat, bukan hanya kecepatan. Dalam berbagai acara tradisional atau pertunjukan teater, tasuki juga melambangkan kerja sama, kesiapan, dan semangat kolektif dalam menjalankan peran masing-masing.
Material dan Variasi Tasuki
Tasuki tradisional biasanya terbuat dari kain katun atau sutra, namun kini hadir dalam berbagai bahan seperti nilon, poliester, atau bahkan bahan elastis modern yang lebih praktis. Desainnya pun beragam, mulai dari warna polos hingga motif khas Jepang seperti sakura, asanoha (pola daun hemp), atau ukiyo-e. Variasi ini membuat tasuki tak hanya fungsional, tapi juga menjadi medium ekspresi gaya personal dan identitas budaya.
Tasuki di Masa Kini
Kini, tasuki mengalami transformasi menjadi aksesori modern. Ia sering terlihat dalam aktivitas olahraga seperti lari atau bersepeda, bahkan menjadi elemen fashion dalam gaya streetwear Jepang. Meski bentuknya sederhana, tasuki tetap membawa semangat tradisional yang berpadu dengan gaya hidup kontemporer.
Tasuki bukan cuma kain biasa—ia simbol kerja keras, semangat, dan budaya Jepang yang penuh makna. Dari dapur tradisional hingga arena lomba, dari panggung teater hingga jalanan kota modern, tasuki terus hidup sebagai benang penghubung masa lalu dan masa kini.
Source:
https://commons.wikimedia.org/w/index.php?search=%E3%81%9F%E3%81%99%E3%81%8D&title=Special:MediaSearch&type=image