Hidari Jingorō (左 甚五郎) adalah tokoh legendaris dalam cerita rakyat dan sejarah seni pahat Jepang, terutama terkenal karena keahliannya yang luar biasa sebagai pemahat kayu pada zaman Edo. Meskipun tidak semua sejarawan sepakat bahwa dia benar-benar ada (ada kemungkinan ia merupakan tokoh fiktif atau gabungan dari beberapa seniman), kisah-kisah tentangnya sangat populer di Jepang.
Nama “Hidari” berarti “kiri”, konon karena tangan kanannya lumpuh atau ia kidal (meskipun tidak jelas mana yang benar). Ia dikenal sebagai pemahat ulung yang karyanya seolah “hidup”.
Karya yang paling terkenal dikaitkan dengannya adalah Nemuri-neko (眠り猫) — “Kucing Tidur” — ukiran kayu di Tōshōgū Shrine, Nikko. Kucing ini tampak damai tidur di bawah bunga krisan, simbol perdamaian.
Jingorō adalah pemuda miskin yang sangat berbakat dalam memahat. Ia belajar dari banyak guru dan terus mengasah keahliannya sampai ia bisa memahat dengan sangat realistis, hingga karyanya tampak hidup.
Suatu hari, ia memahat seekor kucing tidur dari kayu dengan begitu sempurna, sampai-sampai orang percaya kucing itu bisa bangun dan bergerak di malam hari. Bahkan menurut cerita rakyat, kucing itu memakan tikus sungguhan di kuil tempat ukiran itu disimpan!
Karena kecakapannya, banyak penguasa feodal (daimyō) ingin mengundangnya bekerja. Tapi karena ia rendah hati dan hanya tertarik pada seni, ia memilih hidup sederhana dan misterius.
Terinspirasi oleh alam dan kehidupan sehari-hari. Gaya memahatnya gabungan antara teknik yang cermat dan imajinasi yang hidup. Detail sangat halus (terutama bulu binatang, ekspresi wajah).
Meskipun keaslian sosok Hidari Jingorō sulit dibuktikan, ia menjadi simbol seniman jenius dan dedikasi terhadap seni dalam budaya Jepang. Banyak seniman modern Jepang menjadikannya sebagai inspirasi.
Source:
https://digitalarchiveproject.jp/wp-content/uploads/2019/03/IMG_4473_R-1024x768.jpg