Sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, Jepang masih mempertahankan berbagai macam tradisi yang sarat akan makna. Salah satunya adalah upacara khusus untuk menyajikan matcha (teh hijau bubuk) yang disebut chanoyu atau sado. Upacara ini bukan cuma upacara biasa, upacara ini termasuk kedalam sebuah penampilan atau Otemae 「お手前」 layaknya theater, namun penampilan yang ditunjukan adalah tentang tata cara penyajian teh yang baik.
Chanoyu biasa diadakan di tempat khusus bernama Chasitsu [茶室] yang dalam arti literal nya adalah ruangan teh. Bentuk standar dari sebuah ruangan Chanoyu adalah, adanya Shoji [Jendela atau pintu geser yang terbuat dari kayu dan dilapis kertas tipis], lantai Tatami, dan Tokonoma [床の間] (cerukan kecil pada suatu ruangan yang dibuat khusus untuk menghormati keindahan, biasanya terdapat Ikebana dan tulisan kaligrafi), dan beberapa warna sederhana. Idealnya Chasitsu berukuran 4,5 lembar tatami.
Upacara dimulai dengan tuan rumah membersihkan mangkuk, sendok, dan kocokan teh dengan gerakan anggun. Selanjutnya tuan rumah meracik teh menggunakan tiga sendok matcha per tamu. Mangkuk teh lalu diberikan kepada tamu. Tuan rumah dan tamu kemudian saling membungkukkan badan.
Setelah mengagumi mangkuk tersebut, sang tamu memutarnya dan meminumnya. Kemudian, ia mengelap bibir mangkuk dan memberikannya kepada tamu berikutnya. Tahapan tersebutpun diulang. Setelah semua tamu meminum teh, mangkuk, sendok, dan kocokan teh dibilas bersih oleh si tuan rumah.
Para tamu kini berkesempatan mengagumi alat-alat yang digunakan selama upacara. Jika sudah selesai, tuan rumah mengumpulkan alat-alat tersebut. Setelah tuan rumah dan tamu saling membungkukkan badan dan tamu keluar, upacara berakhir.
Sumber:
https://zenbunippon.wordpress.com/2013/10/28/chanoyu-%E8%8C%B6%E3%81%AE%E6%B9%AF-part-1/
https://kumparan.com/@kumparanfood/chanoyu-upacara-minum-teh-asal-jepang-yang-sarat-akan-makna

