Manpo-kei: Awal Mula Budaya 10.000 Langkah dari Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 01-05-2026

     Sebelum istilah “10.000 langkah sehari” menjadi slogan kesehatan global, konsep ini sudah lebih dulu populer di Jepang melalui sebuah alat bernama manpo-kei (万歩計). Secara harfiah, man berarti sepuluh ribu, po berarti langkah, dan kei berarti alat pengukur—jadi manpo-kei adalah “alat pengukur 10.000 langkah.” Perangkat ini mulai dikenal luas pada tahun 1960-an, terutama menjelang Olimpiade Tokyo 1964, ketika kesadaran masyarakat Jepang terhadap gaya hidup sehat meningkat pesat.

     Manpo-kei dipopulerkan oleh perusahaan Jepang bernama Yamasa Tokei Keiki, yang merilis salah satu pedometer komersial pertama dengan nama produk “Manpo-kei.” Menariknya, angka 10.000 dipilih bukan semata-mata berdasarkan riset medis saat itu, melainkan karena terdengar ambisius, mudah diingat, dan secara visual kanji untuk 10.000 (万) tampak seperti seseorang yang sedang berjalan. Namun seiring waktu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa berjalan secara rutin—meskipun tidak selalu tepat 10.000 langkah—memang berkorelasi dengan peningkatan kesehatan jantung, metabolisme, dan kesehatan mental.

     Secara edukatif, manpo-kei mengajarkan kita bahwa teknologi sederhana dapat mengubah perilaku sosial. Dengan alat kecil yang bisa dikaitkan di pinggang, orang menjadi lebih sadar akan aktivitas fisiknya setiap hari. Kini, fungsi manpo-kei telah berevolusi menjadi fitur standar dalam smartwatch dan aplikasi kesehatan di ponsel. Meski bentuknya berubah, semangat di balik manpo-kei tetap sama: mendorong kebiasaan bergerak secara konsisten sebagai investasi kesehatan jangka panjang.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Source:

https://cdn.outsideonline.com/wp-content/uploads/2025/10/manpo-meter.png?width=730