就職活動 (dibaca: Shuushoku Katsudou) terdiri dari dua kata yaitu kata shuushoku yang berarti kerja dan kata katsudou yang berarti aktivitas, dan memiliki artian sebagai sebuah aktivitas untuk mencari pekerjaan atau dalam bahasa Inggrisnya job hunting. Sebutan kata Shuushoku Katsudou terkadang juga disingkat menjadi Shuukatsu.
Orang Jepang yang ingin bekerja setelah lulus sekolah biasanya melakukan Shuushoku Katsudou sebelum mereka lulus sekolah, baik itu lulus SMA maupun lulus dari perguruan tinggi, sehingga ketika mereka lulus tidak ada istilah mengganggur dalam waktu lama menunggu mendapatkan kepastian kerja. Malah sekitar 2 minggu antara waktu setelah kelulusan dan masuk kerja pertama kali, ada istilah 卒業旅行 (dibaca Sotsugyou ryoukou) yang artinya adalah jalan-jalan setelah lulus untuk refreshing sebelum memulai aktivitas sebagai shakaijin (istilah untuk masyarakat umum yang telah memasuki dunia kerja).
Umumnya, mahasiswa jenjang S1 yang telah memasuki tahun ke-4 dan mahasiswa jenjang S2 yang memasukin tahun ke-2 akan melakukan kegiatan Shuushoku Katsudou. Dimana di setiap Universitas yang ada di Jepang biasanya memiliki shuushokuka atau tempat pelayanan pembimbingan karir mahasiswa, sebagai tempat yang memberikan arahan kepada mahasiswa yang ingin mendapatkan pekerjaan. Ada beberapa jenis perkerjaan yang bisa dipilih di shuushokuka, antara lain:
- Kinyuugyou(金融業), yaitu pekerjaan di bidang perbankan, bisnis, dan ekonomi.
- Seizougyou(製造業), yaitu pekerjaan di bidang industri manufaktur.
- Saabisugyou(サービス業), yaitu pekerjaan di bidangpelayanan atau servis.
- Koumin(公務員), yaitu pekerjaan di bidangpemerintahan.
- Masukomi(マスコミ), yaitu pekerjaan di bidang media.
- Shousha(商社) , yaitu pekerjaan di bidangPerdagangan.
Setelah itu, mahasiswa mulai mendapatkan undangan untuk mengikuti setsumeikai, yaitu semacam seminar pengenalan profil perusahaan lewat sekolah, senpai (senior yang sudah lulus) atau link lainnya seperti jalur internet. Dalam setsumeikai, para calon lulusan mendapat info tentang perusahaan dan bisnis yang sedang dijalaninya. Karena setsumeikai ini merupakan acara resmi pertemuan pertama antara calon pelamar dan wakil perusahaan, biasanya para pelamar diwajibkan memakai atribut jas lengkap (suit) bagi pria dan baju formal sejenis bagi wanita. Jika merasa cocok dan tertarik untuk meniti karir bersama perusahaan tersebut, langkah berikutnya adalah mengirimkan entry sheet.
Jika pihak wakil perusahaan tertarik merekrut sang pelamar, langkah selanjutnya adalah SPI (Synthetic Personality Inventory) test, yaitu tes kemampuan dasar untuk masuk perusahaan. Tidak semua perusahaan yang melakukan SPI test, akan tetapi hampir seluruh perusahaan besar melakukannya, baik dilakukan sendiri, lewat recruitment agent atau ujian langsung lewat internet. Isi SPI test beragam, namun kebanyakan isi soalnya tak jauh dari matematika, logika, bahasa Jepang, bahasa Inggris (ditambahkan ilmu sains atau ilmu sosial, tergantung jenis pekerjaan yang dilamar). Pada perusahaan yang tidak melakukan SPI test, para pelamar akan langsung menjalani interview pekerjaan. Jika perusahaan tersebut memiliki aturan untuk melakukan SPI test, tentu saja sang pelamar harus lulus nilai minimal SPI test, untuk kemudian masuk ke tahapan 面接– mensetsu (wawancara).
Terkadang ada perusahaan yang menyediakan jalur “khusus” yang dinamakan Suisen (推薦) atau rekomendasi dari pihak perguruan tinggi atau dari profesor, walaupun tidak banyak. Dengan rekomendasi, sang pelamar bisa menggunakan jalan tol lebih cepat untuk medapatkan pekerjaan. Tentu saja rekomendasi ini hanya berlaku untuk mahasiswa dengan nilai bagus.
Setelah menyelesaikan semua tahapan, para pelamar menunggu pengumuman penerimaan dari perusahaan yang dituju (naite). Jika beruntung, pelamar bisa diterima di lebih dari satu perusahaan.
- Entry Sheet
Entry sheet bisa disetarakan dengan surat lamaran kerja plus CV dalam istilah mencari pekerjaan di Indonesia yang memiliki format tersendiri yang sudah baku. Bahkan, banyak perusahaan sudah menyediakan format entry sheet tersendiri untuk diisi oleh para pelamar yang tertarik untuk masuk perusahaan yang bersangkutan. Tentu saja format baku disini tergantung cara pandang per perusahaan dalam mengadakan wawancara pekerjaan, karena isi interview biasanya mengacu pada isi entry sheet yang ditulis oleh pelamar. Perusahaan-perusahaan menengah kebawah biasanya tidak memiliki entry sheet sendiri melainkan menggunakan entry sheetumum yang dijual bebas di toko atau kadang ada yang meminta entry sheet baku dari universitas sang pelamar dengan cap logo universitas. Isi Entry Sheet antara lain:
- Gakureki (学歴), yaitu riwayat pendidikan.
- Shokureki (職歴), yaituriwayat pekerjaan.
- Shibou douki (職歴), yaitu alasan melamar ke perusahaan tersebut.
- Tokui Kamoku/tokui bunya (得意科目/得意分野), yaitu kemampuan khusus yang dimiliki.
- Chousho/tansho (長所/短所), yaitu kekurangan/kelebihan yang dimiliki.
- Jiko (自己), yaitu karangan yang ditujukan untuk mempromosikan diri sendiri ke perusahaan.
- Shumi (趣味), yaituhobi.
Sumber:
https://yasuitori.wordpress.com/2010/02/22/shuushoku-katsudou-aktivitas-mencari-pekerjaan/
https://www.waseda.jp/inst/cro/assets/uploads/2006/03/da214a0693a846f6a243b0a5872a5521.pdf
