Yama Kujira: “Daging Paus Gunung” yang Ternyata Bukan Paus

Ditulis oleh: Administrator, 04-09-2026

     Pernah mendengar istilah Yama Kujira (山鯨)? Secara harfiah, nama ini berarti “paus gunung”. Namun, jangan tertipu oleh namanya—hidangan ini sama sekali tidak menggunakan daging paus. Istilah tersebut secara historis digunakan sebagai sebutan untuk daging hewan buruan, terutama babi hutan (inoshishi), yang hidup di wilayah pegunungan Jepang.

     Penggunaan nama “paus” dipercaya berkaitan dengan kebiasaan lama masyarakat Jepang dalam menyamarkan atau menghindari penyebutan langsung daging hewan tertentu. Karena berburu dan mengonsumsi beberapa jenis hewan memiliki batasan sosial maupun budaya pada masa tertentu, istilah seperti Yama Kujira menjadi cara tidak langsung untuk menyebutnya. Menariknya, istilah ini juga memperlihatkan bagaimana bahasa, budaya, dan makanan saling berkaitan dalam sejarah Jepang.

     Saat ini, daging babi hutan dapat ditemukan dalam berbagai hidangan jibie (ジビエ), yaitu kuliner yang menggunakan daging hasil buruan. Rasanya cenderung lebih kuat dibandingkan daging babi biasa dan sering diolah menjadi nabe, steak, atau hidangan panggang. Dari sebuah nama yang terdengar seperti “paus gunung”, kita justru menemukan cerita tentang sejarah, bahasa, dan tradisi kuliner Jepang yang tak biasa.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Source:

https://d2ij38769uvyqz.cloudfront.net/inshokuten-com/supplier/upload_picture/suppBuyersMagazine/S1486979711575_1.jpg