Ikigai, Konsep Hidup yang Dimiliki Masyarakat Jepang

Ditulis oleh: Administrator, 15-02-2019

Ikigai merupakan suatu konsep dalam hidup yang digunakan oleh orang Jepang untuk menjalani kehidupan di Jepang yang notabene sangat keras terutama dalam hal pekerjaan. Ikigai tidak memiliki terjemahan langsung dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia secara literal, tetapi ikigai dapat dimaknai sebagai “the reason for being” atau alasan mengapa kita hidup. Artinya adalah untuk apa kita hidup di dunia ini, dan apa yang kita ingin capai dalam kehidupan ini. Ada pula yang memaknai ikigai yang pada dasarnya adalah alasan mengapa kita bangun di pagi hari, atau menunjuk pada faktor yang membuat kita bangun pagi di pagi hari terasa bermanfaat. Bagi beberapa orang yang hidup di kota-kota besar, konsep ini mungkin lebih mengarah pada pekerjaan atau profesi yang mapan. Namun, bagi sebagian orang, konsep ini dapat dirasakan dalam hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari dan kita mendapatkan kepuasan dari hal-hal kecil tersebut.

Ikigai sering diasosiasikan dengan diagram venn dengan 4 kualitas yang saling tumpang tindih yaitu, apa yang disukai, apa yang dikuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang bisa dibayar dari diri kita. Apa yang kita sukai merujuk pada kegemaran kita yang apabila kita melakukannya kita merasa senang. Kemudian, apa yang kita kuasai merujuk pada profesi kita. Apa yang dibutuhkan dunia merujuk pada misi kita dalam menjalani kehidupan, dan yang terakhir adalah apa yang bisa dibayar dari diri kita merujuk pada pekerjaan kita. Persilangan dari 4 kualitas tersebut adalah ikigai.

Namun, bagi orang Jepang sendiri, konsep dari ikigai sedikit berbeda. Ikigai satu orang dengan orang lainnya akan sangat berbeda, tergantung bagaimana pola pikir setiap orang. Ada orang yang memiliki ikigai yang tidak ada hubungannya dengan pendapatan. Nilai seseorang dalam hidup dapat berarti profesi atau pekerjaannya, namun bagi orang lain tidak hanya terbatas akan hal tersebut. Orang-orang Jepang yang tinggal dipedesaan memiliki konsep ikigai yang didapatkan secara turun-temurun dalam keluarga. Berbeda seperti orang Barat yang mendorong orang untuk mengekspresikan keunikan mereka dan selalu bersaing dengan ambisi tinggi, orang Jepang bersedia berbagi kegagalan dan keberhasilan masing-masing.

Hector Gracia, seorang penulis yang menulis tentang konsep ikigai secara keseluruhan menyatakan bahwa pulau Okinawa, pulau paling selatan di Jepang, merupakan pulau yang mendapat banyak perhatian dari para peneliti karena masyarakatnya yang selalu memiliki sifat bahagia dan rentang hidup yang lebih panjang dari rata-rata. Masyarakat Okinawa memiliki diet yang unik yang berpengaruh terhadap rentang hidup yang lebih panjang tersebut, namun ikigai juga memiliki peran dalam hal tersebut. Di Okinawa, ada sebuah kelompok idola pop KBG48 yang semua anggotanya adalah nenek-nenek yang sudah berumur di atas 80 tahun. Kegiatan mereka adalah menyanyi dan menarikan lagu-lagu yang sesuai dengan selera irama mereka. Bagi sebagian besar dari nenek-nenek tersebut, untuk tergabung galam kelompok tersebut adalah sebuah ikigai yang mereka miliki.

Image and video hosting by TinyPic

Untuk menemukan ikigai kita sendiri, kita tidak harus memaksakan diri kita dalam sekali berpikir. Untuk menemukan ikigai, tentu akan membutuhkan waktu, dan juga sebuah aksi dari diri kita sendiri. Filosofi ikigai bukan berarti harus bekerja lebih keras dan lebih lama dalam suatu profesi dan memaksakan diri kita sendiri, tetapi ikigai adalah merasakan hal yang kita kerjakan dapat berguna bagi kehidupan orang lain. Dan perlu diingat juga, tidak hanya dalam hal pekerjaan, ikigai berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat memulai dari hal-hal kecil seperti membantu orang-orang yang ada di sekitar kita, apabila hal tersebut membuat kita senang dan memiliki kepuasan tersendiri, maka bisa jadi hal tersebut adalah ikigai yang kita miliki.

Kita tidak perlu ambisi yang sangat besar untuk mendapatkan kebahagiaan, kita hanya butuh beberapa teman untuk menghabiskan waktu bersama dan bertukar pikiran, menyingkirkan segala hal yang membuat kekacauan, maka inti dari segala hal tersebut bisa disebut ikigaiIkigai adalah proses editing, tambahkan sesuatu yang kita sukai, dan buang sesuatu yang tidak kita sukai. Saat melakukan sesuatu yang kita sukai, lakukan secara perlahan dan tidak perlu terburu-buru, karena ikigai adalah sesuatu yang kita lakukan setiap hari dengan perasaan senang dan tulus.

Untuk Informasi mengenai sekolah, beasiswa, bekerja, dan wisata ke Jepang dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.com/

Sumber:

https://betterhumans.coach.me/the-japanese-concept-ikigai-is-a-formula-for-happiness-and-meaning-8e497e5afa99

https://theculturetrip.com/asia/japan/articles/ikigai-the-japanese-secret-to-a-long-happy-life/