Teh Longjin (龙井茶), kadang-kadang disebut dengan nama terjemahan aslinya, Teh Sumur Naga, adalah jenis teh hijau yang dikeringkan dengan cara dipanggang, khas dari Desa Longjing di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Teh ini sebagian besar masih diproduksi secara manual menggunakan tangan dan terkenal karena kualitasnya yang tinggi, membuatnya dijuluki sebagai salah satu teh paling terkenal dari Tiongkok. Teh Longjing yang asli rasanya manis, lembut, dan kental.
Budaya meminum teh di Hangzhou lebih dikenal dengan istilah “Memakan Teh”, karena daun tehnya yang juga enak di makan dan juga berkhasiat bagi kesehatan terutama melunturkan lemak.
Di sekitar perkebunan Teh Longjing ini, terdapat Tea House khas Tiongkok. Bangunannya bergaya arsitektural Tiongkok kuno, yang menjadi ciri khas di desa ini. Saat masuk kita akan melihat kolam dengan teko teh besar dan patung Lu Yu, sang pengarang buku Classic of Tea. Buku tersebut menggambarkan teh merupakan minuman yang membuat kita lebih bersemangat bila meminumnya, menentramkan hati, membuka pikiran dan mencegah rasa kantuk, membuat badan terasa ringan dan segar serta meningkatkan kemampuan berpikir.
Jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya, teh hijau dalam pengolahannya tidak melalui proses fermentasi dan oksidasi, sehingga masih mengandung semua komposisi aktif yang terkandung dalam daun teh. Akibat proses fermentasi dan oksidasi, banyak zat yang berguna bagi kesehatan berubah atau hilang pada saat proses produksi teh hitam. Sementara, Qi (energi penyembuhan pembawa elemen alami) pada teh hijau tetap dan tidak rusak.
Sejarah merekam bahwa budidaya Teh Longjing sudah ada sejak masa Dinasti Tang. Legenda mengatakan Kaisar Qianlong mengunjungi Lion Peak Mountain, salah satu tempat budiaya teh terkenal, dan dia melihat beberapa wanita memetik daun teh di kaki gunung. Kaisar sangat tertarik dengan gerakan para pemetik teh dan memutuskan untuk menghampiri mereka. Ketika sang kaisar memetik daun teh, dia mendapatkan kabar bahwa ibunya sakit, karena terburu-buru sang Kaisar tidak menyadari telah meletakkan daun yang di petik tadi pada lengan bajunya. Sekembalinya di Beijing, ibu suri mencium bau teh dari lengan sang kaisar dan ingin mencoba tehnya. Sang kaisar memerintahkan agar teh yang dia bawa tadi diseduh untuk ibu suri, Ibu suri meminumnya dan merasakan tubuhnya menjadi lebih baik. Semenjak saat itu orang – orang mempercayai khasiat dari teh ini yang kaya akan antioksidan. Namun disarankan kalian tidak sering meminumnya karena kandungan kafeinnya yang tinggi.
Sumber:
https://www.chinahighlights.com/travelguide/chinese-tea/west-lake-dragon-well-tea.html
Sumber gambar:
https://p5.toutiaoimg.com/origin/tos-cn-i-qvj2lq49k0/8fdabf1e01384c498785d5abfc0f15dc?from=pc