Festival Chongyang atau disebut 重阳节 (chóng yáng jié) dalam bahasa Mandarin adalah salah satu festival yang dirayakan oleh masyarakat Tiongkok. Festival ini diselenggarakan pada tanggal 9 bulan 9 penanggalan Imlek. Karena pelaksanaan festival ini jatuh pada tanggal 9 bulan 9, festival Chongyang dalam bahasa Inggris juga disebut sebagai The Double Ninth Festival.
Angka 9 adalah angka terbesar di antara angka-angka lainnya. Selain itu, angka 9 dari tanggal dan bulan pelaksanaan festival Chongyang dalam bahasa Mandarin dilafalkan sebagai jiǔ yang memiliki pelafalan yang sama persis dengan kata 久 (jiǔ) yang berarti ‘waktu yang lama/panjang’. Jika kita melafalkan tanggal 9 bulan 9, yaitu jiǔ-jiǔ, kita dapat memaknai arti kata ini sebagai ‘berumur panjang’. Festival Chong Yang kemudian dikenal sebagai hari raya yang dikhususkan bagi para orang tua atau lansia dengan harapan para orang tua atau lansia selalu dikaruniai kesehatan dan berumur panjang.
Dahulu pada tanggal 9 bulan 9 kalender Imlek, orang-orang akan mendaki gunung beramai-ramai dan Pada hari festival Chongyang, para orang tua atau lansia akan berkumpul bersama sanak keluarga dan melakukan berbagai aktivitas, seperti makan bersama, mendaki gunung, minum arak bunga seruni, melakukan aktivitas fisik seperti senam bersama di alun-alun, senam 太极拳 (tài jí quán - tai chi), dan 气功 (qì gōng), dan makan kue Chongyang. Kue Chongyang (dalam bahasa Mandarin disebut 重阳花糕 - chóng yáng huā gāo) adalah kue kukus yang terdiri atas dua lapis dengan kacang dan biji jojoba di dalamnya. Kue dalam bahasa Mandarin dieja 蛋糕 (dàn gāo). 糕 (gāo) memiliki pelafalan yang sama dengan kata 高 (gāo) yang berarti tinggi. Dengan memakan kue ini, diharapkan seseorang dapat mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam hidupnya, entah pekerjaan, kesehatan, kesuksesan studi, kehidupan romansa, dan lain-lain.
Sumber:
https://www.chinadaily.com.cn/a/202210/04/WS5f937d80a31024ad0ba80a65.html
https://www.tionghoa.info/sajian-festival-chongyang-kue-bunga/
Sumber Gambar:
liputan6.com