Hui adalah singkatan dari Huihui (回回). Suku Hui tersebar luas. Dengan massa mereka yang mendiami Daerah Otonomi Ningxia Hui, banyak pula yang tinggal di komunitas secara kompak atau di pemukiman yang tersebar di wilayah lain di Tiongkok. Suku Hui menggunakan bahasa China sebagai bahasa umum mereka, tetapi mereka menyimpan sedikit kata Arab dan Persia dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan keagamaan mereka.
Suku Hui merupakan salah satu suku dari lima suku terbesar di Republik Rakyat Tiongkok. Suku ini memeluk agama Islam dan tersebar di hampir seluruh provinsi di Tiongkok, tetapi terkonsentrasi di Ningxia, Hainan, Gansu, Yunnan dan Qinghai. Ningxia sendiri adalah daerah otonomi bagi suku muslim Hui. Ningxia memiliki populasi 10.586.087 jiwa (2010).
Suku Hui sendiri adalah hasil asimilasi dan merupakan keturunan dari suku Han dengan bangsa Persia dan Arab sejak zaman Dinasti Tang. Sekitar abad ke-7, para pedagang Persia dan Arab mulai memenuhi kantung-kantung perdagangan Tiongkok. Pedagang yang datang melalui Jalan Sutra, biasanya menetap di Chang'an dan sekitarnya, sedangkan yang datang melalui jalan laut menetap di daerah Quanzhou dan Zhangzhou di pesisir Fujian. Mereka inilah kemudian berasimilasi dengan suku Han dan menurunkan suku Hui yang sekarang tersebar di seluruh Tiongkok ini.
Islam memiliki pengaruh yang dalam terhadap kehidupan dan adat istiadat masyarakat Hui. Sekarang, orang Hui hampir sama dengan Han dalam hal pakaian, ornamen, nama dan adat istiadat, hanya saja pria biasanya memakai topi putih, hitam atau coklat, dan kerudung wanita. Terutama di barat laut Tiongkok, wanita lanjut usia mengenakan kerudung putih, yang membuat mereka terlihat anggun, sedangkan yang paruh baya memakai pakaian hitam, yang membuatnya anggun, dan pelayan berpakaian hijau, yang terlihat segar dan cantik.
Sumber:
中国文化常认 Common Knowledge About Chinese Culture, 2015
Sumber gambar:
https://www.lamaying.com/uploads/allimg/20200508/LMY2310202134.jpg