Makam orang Tionghoa seringkali memiliki ukuran yang besar, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor budaya yang menjadi latar belakangnya. Lalu, apakah faktor budaya tersebut? Makam orang Tionghoa yang berukuran besar didasarkan oleh budaya dan kepercayaan orang Tionghoa mengenai kehidupan setelah kematian, yang mana sama seperti kehidupan manusia pada umumnya, seseorang yang telah meninggal juga masih membutuhkan uang dan harta benda lainnya.
Dalam kepercayaan orang Tionghoa, seseorang yang telah meninggal akan berpindah ke tempat lainnya, namun kehidupannya mirip dengan dunia hidup sebagai manusia. Seseorang yang telah meninggal tetap membutuhkan pakaian, mainan, perhiasan, bahkan juga membutuhkan pembantu atau pengawal. Sebagai contoh, pada masa dinasti, ada prajurit untuk menemani dan mengawal kaisar saat kaisar meninggal dunia.
Pada makam orang Tioghoa juga terdapat altar dan meja persembahan yang digunakan dalam upacara kematian di mana para peziarah akan membakar rumah-rumahan kertas, mobil-mobilan kertas, serta disajikan makanan kesukaan di depan altar pada setiap upacara kematian dan perayaan Ceng Beng (berziarah ke makam).
Sumber:
https://travel.kompas.com/read/2018/02/08/180832627/mengapa-makam-tionghoa-berukuran-besar-ini-penjelasannya
Sumber gambar:
https://www.fairypark.asia/fairyparkheritagecity/wp-content/themes/heritage/images/product1-img-1.jpg