Indonesia adalah negara dengan penduduk yang berasal dari berbagai macam etnis, baik etnis asli Indonesia maupun etnis bangsa pendatang. Setiap etnis memiliki kebudayaan masing-masing, termasuk etnis Tionghoa yang telah lama bermukim di Indonesia. Di dalam masyarakat etnis Tionghoa sendiri terdapat banyak budaya yang masih dilakukan di daerah tertentu. Salah satu kebudayaan etnis Tionghoa yang masih dilestarikan adalah gotong Toa Pe Kong. Tan Tjay Kwan menjelaskan bahwa Gotong Toa Pe Kong atau dalam bahasa Mandarin disebut 元宵节游街巡境 (yuán xiāo jié yóu jiē xún jìng) dilakukan pada hari Cap Go Meh atau dalam bahasa Mandarin disebut 元宵节 (yuán xiāo jié), yang jatuh pada tanggal Cia Gwee Cap Go (bulan 1 tanggal 15) dalam penanggalan Tiongkok yang merupakan rangkaian penutup dalam seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek.
Gotong Toa Pe Kong masih dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, yang berada di pesisir, seperti Tegal (kota dan kabupaten), Tangerang, Jakarta, Semarang, Pekalongan, dan Bekasi. Gotong Toa Pe Kong dilakukan dengan mengarak tandu-tandu yang disebut 神轿 (shén jiào) yang di dalamnya terdapat rupang atau arca para dewa-dewi pelindung kota. Gotong Toa Pe Kong diawali dengan mengarak tandu-tandu ke sungai, laut, atau mata air terdekat dari kelenteng tempat dewa-dewi tersebut bersemayam. Sesampainya di mata air tersebut, para warga etnis Tionghoa melakukan sembahyang kepada dewa-dewi. Setelah selesai melakukan sembahyang, tandu-tandu diarak ke berbagai penjuru kota oleh para warga etnis Tionghoa, warga non etnis Tionghoa, hingga TNI dan aparat kepolisian yang ikut memeriahkan kegiatan ini. Para warga etnis Tionghoa percaya bahwa dewa-dewi turun ke bumi untuk melakukan pemeriksaan di daerah yang mereka naungi. Dengan mengarak tandu-tandu ke berbagai penjuru kota, dipercaya pula bahwa para dewa-dewi juga akan memberi berkat bagi seluruh kota dan menolak segala marabahaya.
Sumber:
Tan Tjay Kwan et al. (2019). Adat Budaya Tionghoa. Tapak Jejaknya di Nusantara - Buku Pertama: Tradisi Awal Tahun Seputar Imlek hingga Cap Go Meh. Tegal: Yayasan Tri Dharma Tegal.
Sumber gambar:
https://www.sinchew.com.my/wp-content/uploads/2023/02/efbc88e58fa4e59f8ee5b081e5ba95e4b8bbe69687efbc89e58b87e585a8e6aebfe78e8be788b7e587bae6b8b8e5b7a1e5a283-e59cbae99da2e783ade997b9-2-aspect-ratio-1600-900.jpg