Apakah kalian tahu kalau di pedalaman hutan pegunungan Tiongkok terdapat sejenis monyet unik berwarna mencolok dan berparas elok, namanya “golden snub-nosed monkey” atau monyet emas hidung pesek. Hewan ini berwarna emas kecokelatan, ada juga yang berwarna emas kemerahan. Monyet emas hidung pesek memiliki lapisan bulu panjang di area bahu, lengan atas, dan punggung, bulu ini berfungsi untuk melindungi diri dari hawa dingin. Kemudian, punggung berwarna hitam keabu-abuan untuk jantan dan kecokelatan untuk betina.
Berdasarkan New England Primate Conservancy, monyet emas hidung pesek jantan memiliki tinggi 68 sentimeter dengan berat 19,9 kilogram, sementara betina cuma setinggi 51,8 sentimeter dan berat 12,2 kilogram. Saat musim dingin, monyet emas berkelompok hingga 20—30 ekor. Namun, saat musim panas, beberapa kelompok bergabung hingga terdiri dari 200, bahkan hampir 600 ekor!
Keunikan monyet emas ini, khususnya betina adalah melakukan allomaternal nursing. Allomaternal nursing adalah praktek bayi menyusui dari perempuan bukan ibunya. Dalam hal ini berarti monyet emas betina bisa menyusui anak induk lain. Perilaku ini saling timbal balik, yang artinya sebagian besar betina menyusui anak induk monyet emas bila induk tersebut pernah menyusui anak betina lain.
Untuk perlindungan yang efektif terhadap monyet emas hidung pesek dan spesies lainnya, Taman Nasional Shennongjia telah mengambil tindakan konservasi berdasarkan penelitian. Dengan menyediakan makanan di musim dingin, Taman Nasional ini menarik sekelompok monyet untuk melakukan penelitian berbasis pembiasaan. Taman ini membangun serangkaian platform penelitian terbuka (Pangkalan Penelitian Lapangan Monyet Hidung Pesek Emas Shennongjia dari Administrasi Kehutanan Negara, dll.), memberikan dukungan logistik dan keuangan yang memadai, dan menjadi terkenal di kalangan komunitas akademis atas penelitian yang dilakukan.
Taman ini juga membangun pusat pameran untuk menampilkan gambar, bahan, artikel sains populer, dan video langsung dari spesies tersebut sehingga pengunjung dapat melihat monyet-monyet tersebut tanpa mengganggu mereka.
Sumber:
https://www.idntimes.com/science/discovery/ina-suraga/fakta-golden-snub-nosed-monkey-c1c2?page=all
https://panorama.solutions/en/solution/conservation-golden-snub-nosed-monkey-basis-research-and-education
Sumber gambar:
https://panorama.solutions/sites/default/files/styles/x-large/public/15_golden_snub-nosed_monkey_0.jpg?itok=6HR0cDLL