Daerah Xinjiang di sebelah barat Tiongkok memang didiami oleh banyak suku. Namun, suku Uyghur adalah suku yang terbesar, sehingga masakan Xinjiang sebagian besar merupakan masakan khas Uyghur. Masakan suku Uyghur ini tidak jauh berbeda dari masakan khas Turki dan Asia Tengah.
Sebagian besar daerah Xinjiang merupakan lahan kering berupa gurun dan gunung-gunung. Karena sifat tanahnya yang kering, daerah Xinjiang memiliki sedikit produk pertanian yang diusahakan di daerah ini. Produk-produk tersebut di antaranya adalah bawang, wortel, cabai, dan tomat. Di samping itu, masyarakat Xinjiang juga banyak mengusahakan hasil peternakan. Bahan utama masakan Xinjiang adalah daging domba, sapi, unggas, sayur-sayuran kebun, produk susu, dan buah-buahan.
Masakan Xinjiang memanfaatkan campuran beberapa jenis bumbu sebagai pelengkap penting masakan, terutama masakan yang berbahan dasar daging. Bumbu-bumbu tersebut ialah lada sichuan, lada hitam, cabai merah kering, jintan, serta bunga lawang.
Beberapa masakan Xinjiang yang terkenal yaitu kue naan, sejenis roti bakar populer untuk sarapan. Selanjutnya Polo, hidangan pilaf khas Uyghur yang berisi nasi minyak campur daging domba dan sayur-sayuran. Kemudian yang terakhir adalah Da Pan Ji atau "ayam dalam piring besar" yang merupakan masakan berupa ayam yang dimasak dengan saus cabai, bawang, dan kentang.
Sumber:
https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Hidangan_Xinjiang
Sumber Gambar:
https://bolong.id/lp/0221/9-hidangan-khas-xinjiang-yang-tidak-boleh-dilewatkan