Hari Dewi Dapur (祭灶节, Jì Zào Jié) adalah salah satu perayaan tradisional di China yang jatuh pada tanggal 23 atau 24 bulan lunar ke-12. Festival ini bertujuan untuk menghormati Dewi Dapur, yang diyakini sebagai pelindung rumah tangga dan pengawas perilaku keluarga sepanjang tahun. Pada hari ini, keluarga memberikan persembahan kepada Dewi Dapur sebelum ia naik ke surga untuk melaporkan perbuatan baik dan buruk keluarga kepada Kaisar Langit. Persembahan yang umum meliputi kue manis atau permen, yang diyakini dapat "memaniskan" laporan Dewi Dapur.
Tradisi utama Hari Dewi Dapur mencerminkan nilai-nilai budaya Tiongkok seperti rasa hormat, kejujuran, dan harapan akan keberuntungan. Selain persembahan makanan, keluarga juga membersihkan rumah mereka secara menyeluruh sebagai simbol mengusir hal-hal buruk dan mempersiapkan diri untuk Tahun Baru Imlek. Setelah upacara persembahan, gambaran atau patung Dewi Dapur yang ada di rumah dibakar sebagai simbol keberangkatannya ke surga, yang juga melambangkan awal baru bagi keluarga.
Di era modern, Hari Dewi Dapur tetap dirayakan meskipun praktiknya telah banyak disederhanakan. Festival ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya refleksi diri dan menjaga keharmonisan dalam keluarga. Sebagai salah satu bagian dari rangkaian persiapan menuju Tahun Baru Imlek, Hari Dewi Dapur menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus mengharapkan kemakmuran dan keberuntungan di tahun yang akan datang.
Sumber:
https://www.cnr.cn/shanghai/tt/20200117/t20200117_524941443.shtml