Kampung Vegetarian di China: Hidup Damai Tanpa Daging Sejak Ratusan Tahun Lalu

Ditulis oleh: Administrator, 28-04-2025

Di balik citra masakan China yang kaya rasa dan seringkali berbahan dasar daging, ada sebuah sisi lain yang jarang diketahui: komunitas vegetarian tradisional yang telah hidup tanpa daging selama berabad-abad. Kampung-kampung ini tersebar di beberapa wilayah, terutama di sekitar biara Buddha, di mana ajaran tanpa kekerasan dan keselarasan dengan alam menjadi pedoman utama.

Salah satu contoh paling menarik adalah komunitas di sekitar Gunung Emei, Sichuan—salah satu dari Empat Gunung Suci Buddha di China. Para biksu dan masyarakat lokal di sana sudah sejak lama menjalani pola makan vegetarian sebagai bagian dari praktik spiritual. Bahkan, banyak restoran di daerah ini menyajikan "vegetarian palsu"—yakni makanan yang menyerupai daging dalam bentuk dan rasa, tapi terbuat dari tahu, gluten, atau jamur.

Selain itu, di wilayah seperti Henan dan Fujian, terdapat desa-desa yang hampir seluruh penduduknya mempraktikkan pola makan nabati turun-temurun. Bagi mereka, vegetarianisme bukan sekadar diet, tapi bagian dari filosofi hidup: menghargai kehidupan, menjaga kesehatan, dan hidup selaras dengan alam.

Menariknya, masakan vegetarian di kampung-kampung ini sangat kreatif dan lezat. Mereka menggunakan bahan lokal seperti jamur liar, tahu fermentasi, rebung, dan berbagai rempah alami untuk menciptakan hidangan yang kaya rasa tanpa daging sama sekali.

Di tengah tren global soal gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, kampung-kampung vegetarian ini jadi inspirasi: bahwa hidup tanpa daging bukanlah hal baru—di beberapa tempat di China, itu adalah warisan budaya.

Untuk Informasi mengenai kursus Mandarin dan wisata ke China dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

 Source:

https://img2.chinadaily.com.cn/images/201811/29/5bff4ed8a310eff369089e52.jpeg