Bagi sebagian orang, keramik yang pecah mungkin hanya layak dibuang. Namun di Jepang, kerusakan justru dapat menjadi awal lahirnya sebuah karya seni bernilai tinggi melalui teknik kintsugi. Dengan menyambungkan pecahan menggunakan pernis khusus dan mempertegas garis retakan dengan bubuk emas, perak, atau platinum, sebuah mangkuk atau cangkir yang rusak dapat berubah menjadi karya yang memiliki karakter dan daya tarik tersendiri. Karena setiap pola retakan berbeda, tidak ada dua hasil kintsugi yang benar-benar sama.
Keunikan inilah yang membuat karya kintsugi begitu dihargai oleh kolektor seni dan pecinta keramik. Alih-alih mengurangi nilai sebuah benda, proses restorasi yang dilakukan dengan keterampilan tinggi justru dapat meningkatkan nilai artistiknya. Beberapa galeri dan museum di Jepang bahkan menampilkan keramik hasil kintsugi sebagai contoh bagaimana teknik restorasi tradisional mampu mempertahankan sejarah sebuah benda sekaligus menciptakan keindahan baru. Setiap retakan yang diperbaiki menjadi bagian dari identitas karya tersebut, menjadikannya unik dan tidak dapat ditiru.
Di era modern, popularitas kintsugi terus berkembang hingga menarik perhatian seniman, desainer, dan kolektor dari berbagai negara. Banyak orang kini tidak hanya mengoleksi keramik utuh, tetapi juga mencari karya kintsugi karena keasliannya dan proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian serta waktu yang panjang. Seni ini membuktikan bahwa sebuah benda yang pernah rusak tidak selalu kehilangan nilainya. Sebaliknya, melalui tangan pengrajin yang ahli, keramik tersebut dapat memperoleh kehidupan baru sebagai karya seni yang memiliki nilai estetika, sejarah, dan eksklusivitas yang semakin tinggi.
Source:
https://www.google.com/search?sca_esv=50022b59c67e94af&sxsrf=APpeQnuWlb2aA5-fYiGt1jZF6Il2MvR3_A:1786067747688&udm=2&fbs=ABfTbFVyMZGZf1hfvX9uKjN_-G8cqCQj_06QnZs315LoFmPf5bBLHMJ0vMQmTbuI72DM7jmSm18uaHUIcIw77cYBDAp2cWq8_uMKmJ1HlImTFIfxtsdcTGnJJG7emnyndDIOt34xIYhELf8yZwRLWbrN_BoZbshnZMRsV-NcnhTE5PF8n5CLJvamyLrEh57UP3JGWGPvQJqC-aF1uYdq7k7m66_09hcOoA&q=%E9%87%91%E7%B6%99%E3%81%8E&sa=X&ved=2ahUKEwi36pTttI2WAxXYUGwGHZzTLiUQtKgLegQIFBAB&biw=1280&bih=585&dpr=1.5#sv=CAMSURoyKhBlLUNoeWxUTVV6LUxhVDFNMg5DaHlsVE1Vei1MYVQxTToOMElzdGp6WU9pc3RBd00gBCoXCgFzEhBlLUNoeWxUTVV6LUxhVDFNGAEwARgHIIWkmKsESggQARgBIAEoAQ