Namanya mungkin terdengar kurang menggugah selera, tetapi 臭鳜鱼 (Chòu Guìyú) atau Stinky Mandarin Fish merupakan hidangan khas Provinsi Anhui, China, yang memiliki sejarah kuliner cukup panjang. Hidangan ini menggunakan ikan mandarin (mandarin fish) yang melalui proses fermentasi sebelum dimasak. Proses tersebut menghasilkan aroma yang sangat kuat dan khas, sehingga mendapat julukan “stinky fish”. Namun, aroma tersebut bukan berarti ikannya busuk—fermentasi justru menjadi bagian penting untuk membentuk cita rasa dan teksturnya.
Setelah difermentasi, ikan biasanya dimasak dengan berbagai bumbu seperti kecap, jahe, bawang putih, cabai, dan bahan aromatik lainnya. Hasilnya adalah ikan dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang kaya umami, sementara aroma fermentasinya memberikan karakter yang berbeda dari hidangan ikan pada umumnya. Bagi masyarakat Anhui, Chòu Guìyú bukan sekadar makanan unik, tetapi juga bagian dari tradisi kuliner lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Keunikan Chòu Guìyú terletak pada pengalaman yang ditawarkannya: semakin kuat aromanya, semakin penasaran orang untuk mencobanya. Hidangan ini menjadi contoh bagaimana teknik fermentasi dalam kuliner China mampu mengubah bahan sederhana menjadi makanan dengan karakter rasa yang kompleks. Jadi, jika suatu saat menemukan “Stinky Mandarin Fish” di restoran China, jangan langsung mundur hanya karena namanya—mungkin saja aroma kuatnya menyimpan rasa yang jauh lebih lezat dari yang kamu bayangkan!
Source:
https://foodwrite.co.uk/stinky-mandarin-fish-heavenly-taste-but-hellish-smell/