Bagi sebagian orang, secangkir minuman mungkin menjadi teman sarapan yang sederhana. Namun, di Beijing, China, ada minuman tradisional yang justru terkenal karena aroma dan rasanya yang sangat khas, yaitu 豆汁儿 (Dòuzhīr). Minuman ini dibuat dari cairan hasil fermentasi kacang hijau, terutama dari proses pembuatan mi atau pati kacang hijau. Warnanya cenderung abu-abu kehijauan dan teksturnya encer, tetapi aroma asam yang kuat membuatnya menjadi salah satu kuliner Beijing yang cukup menantang bagi orang yang baru pertama kali mencobanya.
Dòuzhīr biasanya dinikmati dalam keadaan hangat dan sering disajikan bersama 焦圈 (jiāoquān), yaitu camilan berbentuk lingkaran yang renyah dan digoreng. Kombinasi rasa asam dan sedikit gurih dari Dòuzhīr dengan tekstur renyah Jiāoquān menjadi bagian dari tradisi sarapan khas Beijing. Minuman ini bukan sekadar makanan unik, tetapi juga memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Beijing selama beberapa generasi.
Keunikan Dòuzhīr terletak pada kenyataan bahwa aroma kuatnya justru menjadi daya tarik bagi para penikmatnya. Bagi orang yang belum terbiasa, rasanya mungkin terasa mengejutkan, tetapi bagi masyarakat lokal, minuman ini merupakan cita rasa tradisional yang akrab sejak kecil. Inilah yang membuat Dòuzhīr menarik untuk dikenali—bukan hanya karena rasanya yang berbeda, tetapi juga karena menunjukkan bagaimana masyarakat China memanfaatkan proses fermentasi untuk menciptakan makanan dan minuman dengan karakter yang unik.
Source:
https://img.mp.sohu.com/q_70,c_zoom,w_640/upload/20170104/fb88b32c6a5b41c4ae79a83364d52a26_th.jpg