Malatang: Makanan Pedas dari China yang Kini Mendunia

Ditulis oleh: Administrator, 14-09-2026

            Kalau mendengar makanan khas China, mungkin yang langsung terbayang adalah dim sum, bebek Peking, atau hotpot. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ada satu makanan yang semakin populer di kalangan anak muda, yaitu malatang (麻辣烫).

            Malatang adalah hidangan berkuah pedas yang berasal dari China. Namanya sendiri terdiri dari tiga karakter: 麻 (má)yang berarti sensasi kebas atau kesemutan dari lada Sichuan, 辣 (là) yang berarti pedas, dan 烫 (tàng) yang berarti panas atau direbus. Jadi, secara sederhana, malatang bisa diartikan sebagai makanan yang pedas, membuat lidah sedikit kebas, dan disajikan panas.

            Salah satu hal yang membuat malatang menarik adalah cara memilih makanannya. Ketika datang ke restoran malatang, pelanggan biasanya akan mengambil sendiri bahan makanan yang mereka inginkan. Pilihannya sangat beragam, mulai dari sayuran, jamur, tahu, bakso, seafood, daging, mie, hingga berbagai jenis makanan olahan. Setelah itu, bahan-bahan tersebut akan dimasak dalam kuah pilihan pelanggan. Inilah yang membuat malatang berbeda dari makanan berkuah lainnya. Setiap orang bisa membuat mangkuk malatang sesuai selera masing-masing. Ada yang memilih banyak sayuran dan jamur, ada yang lebih suka daging dan seafood, sementara yang lain mungkin memenuhi mangkuknya dengan mie dan bakso.

            Bagi orang yang belum pernah mencoba malatang, tingkat kepedasannya mungkin menjadi tantangan tersendiri. Kuah malatang biasanya menggunakan kombinasi cabai dan lada Sichuan (花椒). Berbeda dengan cabai biasa, lada Sichuan memberikan sensasi khas yang membuat lidah terasa seperti bergetar atau sedikit kebas. Namun, tidak semua malatang harus sangat pedas. Banyak restoran menyediakan beberapa pilihan tingkat kepedasan sehingga pelanggan dapat menyesuaikannya dengan kemampuan mereka. Jadi, kalau baru pertama kali mencoba, tidak perlu langsung memilih level paling pedas.

            Awalnya, malatang dikenal sebagai makanan sederhana yang banyak ditemukan di berbagai kota di China. Namun, popularitasnya terus berkembang dan kini malatang dapat ditemukan di berbagai negara. Menariknya, malatang juga mulai menjadi bagian dari pengalaman sosial anak muda. Makan malatang bersama teman, berkumpul setelah sekolah atau bekerja, bahkan merayakan ulang tahun di restoran malatang menjadi salah satu cara menikmati makanan sekaligus menghabiskan waktu bersama. Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan tidak hanya soal rasa. Makanan juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya populer.

Untuk Informasi mengenai kursus Mandarin dan wisata ke China dapat menghubungi kami melalui website https://mislanguageschool.co.id/

Source:

https://www.scmp.com/news/people-culture/trending-china/article/3345275/foreigners-flock-chinese-malatang-eateries-host-birthdays-believe-rich-soup-healthy?